Belum Ditandatangan Kepsek, Ratusan Siswa SMK-N Kota Tangerang Belum Kantongi Ijazah

Meski surat ijazah sudah didistribusikan ke pihak sekolah, sebanyak 388 siswa SMK-N 4 Kota Tangerang masih menunggu kepastian soal ijazah. Pasalnya hingga kini mereka belum mengantongi surat tamat sekolah tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, tertahannya ijazah ratusan siswa lantaran belum dibubuhi tanda tangan dari kepala sekolah. Tanda tangan kepala sekolah dianggap tidak sah karena kepala sekolahnya saat itu hanyalah sebagai pelaksana tugas harian.

Kepala SMK Negeri 4 Kota Tangerang kusdiantoro mengakui bahwa ijazah 388 murid yang lulus tahun ini masih ditahan pihak sekolah. Dirinya sendiri tidak berani menandatangani ijazah tersebut sebab saat itu jabatan kepala sekolah diemban oleh Abdurrahman sebagai pelaksana tugas harian (plt).

Abdurrahman sendiri saat itu diketahui merangkap jabatan sebagai Sekretaris Dinas pendidikan sebelum ia dimutasi menempati jabatannya baru. “Saya kan baru kemarin dilantik, (senin 22/8). Untuk itu kami masih menunggu arahan dari Dindik,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini sebagai pengganti ijazah bagi siswa yang hendak bekerja atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, pihaknya hanya memberikan surat keterangan lulus.

Sementara itu, Kepala Dinas pendidikan Kota Tangerang Abduh Surahman mengatakan, tertahannya ijazah ratusan siswa lulusan SMK Negeri 4 Kota Tangerang karena adanya kekosongan kepala sekolah saat itu.

Menurut mantan Kadisnaker tersebut bahwa sebagai pelaksana tugas harian Kepala SMK Negeri 4 Kota Tangerang, mantan sekretaris dinas pendidikan Kota Tangerang Abdurrahman tidak diperbolehkan menandatangani ijazah siswa.

“Ada aturan bahwa yang boleh menandatangani ijazah adalah pejabatan fungsional, sedangkan pak Abdurrahman merupakan pejabat struktural,” ujarnya.

Pihaknya tidak bisa gegabah dalam melakukan penandatanganan ijazah para siswa, sebab hal itu berkaitan dengan legal atau ilegalnya tanda tangan kepala sekolah bagi ijazah para siswa.

Saat ini, pihaknya tengah berupaya mengkonsultasikan masalah ini dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kami sedang mempelajari dari sisi hukumnya, apakah yang boleh menandatangani (ijazah-red) pak Abdurrahman (plt terdahulu-red) atau kepala sekolah yang baru. Untuk itu kita meminta fatwa dari dirjen kementrian pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya. Kemudian kata permasalah tertahannya ijazah hanya persoalan kecil terkait sah atau tidaknya tanda tangan kepala sekolah.

“Tidak terlalu menjadi persoalan, kalau sudah ditandanganai ijazah itu beres. Tapi kita tetap butuh kepastian. Jangan sampai ditandangani (sepihak-red) dan tidak berlaku jadi ilegal ijazah itu,” ujarnya.

Ketika disinggung, apakah tertahannya ijazah berkaitan juga dengan inisiatif sekolah karena banyak siswa yang belum melunasi pembayaran, Abduh belum mengetahuinya. “Oh kalo itu saya belum tahu, yang saya tahu pada sisi penandatanganan saja,” ujarnya. (herman)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah