JAKARTA,PenaMerdeka – Bank Indonesia bakal menggenjot kerja ekstra untuk menjaga perekonomian domestik dari risiko stagflasi. Stagflasi adalah kondisi di mana inflasi melonjak tajam namun tak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan pihaknya bakal ‘mempelototi’ tekanan inflasi dan dampak ekspektasi inflasi. Serta pihaknya menggunakan all out kebijakan.
“Setidaknya ada tiga langkah yang akan ditempuh oleh BI untuk mencegah dampak stagflasi menyentuh Indonesia,” ucapnya, Selasa (28/6/2022).
Pertama, lanjut Destry menjaga inflasi inti tetap di bawah 3 persen. Saat ini inflasi ini berada di level 2,6 persen dan inflasi secara umum 3,55 persen pada Mei 2022.
Kedua, BI akan menaikkan suku bunga acuan jika terjadi lonjakan inflasi inti. Namun, hingga bulan ini diperkirakan inflasi inti akan tetap berada di bawah 3 persen.
“Kami akan melakukan penyesuaian suku bunga apabila ada kenaikan inflasi inti,” kata dia.
Ketiga, BI akan memperkuat koordinasi dengan tim pengendalian inflasi (TPI) baik di pusat maupun di daerah. Ini untuk menjaga agar tidak ada lonjakan inflasi terutama dari harga bergejolak.
“BI juga memperkuat kebijakan dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” pungkasnya. (uki)







