KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pilkada Kota Tangerang 2024 diprediksi potensi membuka babak baru proses demokrasi di kota berjuluk akhlakul karimah. Sebab saat penyelenggaraan Pilkada 2018, proses pencoblosan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Tangerang sempat menorehkan sejarah bahwa petahana hanya melawan kotak kosong.

Ya, Pilkada Kota Tangerang 2018 sempat dikritik sejumlah pihak lantaran partai politik (Parpol) disebut gagal tidak mampu mencetak kader untuk berkontestasi menjadi pasangan calon (Paslon) wali kota.

Tokoh muda dan tokoh masyarakat Tangerang juga dianggap tidak mampu menjadi motor penggerak demokrasi. Meskipun sejumlah partai telah membuka proses rekrutmen bakal calon (Balon). 

Saat itu Sachrudin enggan untuk bersaing dengan Arief. Sang cawalkot petahana Arief R Wismansyah saat itu akhirnya tidak bercerai politik. Arief kembali menggandeng wakil wali kota periode 2013 – 2018 Sachrudin. Tak ayal, paslon tersebut melenggang meneruskan masa bhaktinya menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota periode 2018 – 2023. 

Sebelumnya, saat deklarasi di Alun-alun A Yani pada Rabu (10/1/2018), pasangan petahana laris manis ‘dikepung’ parpol pengusung. 

Sehingga sebanyak sepuluh parpol andil merapat untuk mengusung pasangan tunggal Arief R Wismansyah dan Sachrudin karena tidak mempunyai kompetitor lain.

Diantaranya yang mengusung Partai Demokrat, PDIP, Golkar, PPP, PKB, PAN, PKS, Gerindra, Hanura, dan Nasdem. Belakangan ada dua partai yang kemudian menyusul mendukung yakni PSI dan Perindo.

Menurut Arief Wismansyah, bergabungnya seluruh partai politik yang ada di parlemen dan non parlemen ini disebut pembuktian kinerja pasangan calon petahana selama memimpin Kota Tangerang.

“Inikan hasil evaluasi parpol terhadap kinerja kami di periode saat ini,” ucap Arief saat itu.

Singkat cerita, dalam rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang menetapkan pasangan Arief R Wismansyah-Sachrudin sebagai pasangan terpilih.

“Menetapkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dalam Pemilihan Wali Kota 2018 Arief R Wismansyah dan Sachrudin,” kata Sanusi Pane yang saat itu menjabat Ketua KPU Kota Tangerang, Selasa (24/7/2018) lalu.

Pasangan Arief dan Sachrudin berhasil mengantongi perolehan suara sebanyak 609.428 atau mendulang senilai 84,7 persen pemilih di Kota Tangerang.

Kini jelang perhelatan pilkada 2024, setelah Arief R Wismansyah rampung bertugas lantaran sudah menjabat dua periode, Sachrudin digadang-gadang kuat menjadi Balon Wali Kota Tangerang dari partai Golkar. Namun potensi perhelatan diprediksi bakal lebih sengit ketimbang pada pilkada 2018 silam.

Sebab, dari kabar yang berhasil dihimpun tim penamerdeka.com, sejumlah nama politisi, birokrat, pengusaha, notaris serta tokoh lain sudah muncul menggoda hati warga untuk mengisi kontestasi pilkada. 

Bahkan pendatang baru juga telah meramaikan bursa balon pilkada 2024. Nantinya, bisa saja dari sejumlah nama yang muncul potensi bakal menjadi pasangannya Sachrudin. Setidaknya potensi bakal menjadi lawan mantan Camat Cipondoh itu sehingga menutup memori soal pilkada kotak kosong. (red)

Loading...