JAKARTA,PenaMerdeka – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menerapkan semi militer dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) calon petugas haji 2026 guna membangun nilai kedisiplinan, dan kekompakkan untuk menjalani tugasnya nanti.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, semangat dan optimisme para petugas haji menjadi kunci utama dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik.

Hal tersebut ditegaskannya saat memberikan arahan apel malam kepada para peserta Diklat PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, belum lama ini.

Mantan Jubir Menteri Pertahanan itu mengaku melihat optimisme luar biasa dari wajah para petugas yang tengah mengikuti rangkaian pelatihan, dan para petugas tahun ini merupakan bagian dari sejarah baru penyelenggaraan haji Indonesia.

“Saya melihat wajah-wajah penuh semangat dan optimisme. Saudara-saudara adalah bagian dari sejarah baru penyelenggaraan haji Indonesia. Berbanggalah menjadi petugas haji,” ujarnya dalam keteran resmi dikutip, Sabtu (17/1/2026). 

Danhil menyatakan, penyelenggaraan haji 2026 merupakan haji pertama yang sepenuhnya ditangani oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sebagai institusi baru.

Oleh karena itu, integritas, kekompakan, dan dedikasi petugas menjadi faktor penentu keberhasilan layanan kepada jemaah.

Ia mengingatkan, pelatihan petugas haji yang dijalani saat ini merupakan pelatihan pertama yang panjang dan intensif, meski dijalani disiplin tinggi, bahkan berkarakter semi-militer, proses itu dinilai mampu menumbuhkan kebersamaan dan mengikis ego sektoral.

“Hari ini saya tidak melihat ego jabatan. Kita berkumpul sebagai satu keluarga besar petugas haji. Amanah yang kita emban ini sangat berat,” tegasnya.

Wamenhaj menekankan, petugas haji mengantongi tiga amanah besar sekaligus, yakni amanah dari Allah SWT melayani tamu-Nya, dari jemaah, dan dari negara yang bertanggung jawab memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan dengan baik dan bermartabat.

“Mulai malam ini dan seterusnya, bangun kebersamaan, kesampingkan perbedaan latar belakang, dan satukan tekad untuk menghadirkan penyelenggaraan haji 2026 yang jauh lebih baik,” pesannya.

Wamenhaj menambahkan, optimisme Presiden Prabowo terhadap kesiapan petugas haji yang menaruh harapan besar agar seluruh rangkaian persiapan dan pelatihan dapat berjalan lancar hingga selesai pada 30 Januari 2026.

Loading...