JAKARTA,PenaMerdeka – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelontorkan anggaran sebesar Rp31 miliar untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) selama 2026 guna mengantisipasi hujan dengan intensitas tinggi yang bisa mengakibatkan banjir di Ibu Kota.

“Kita sudah kalkulasikan sepanjang tahun itu Rp31 miliar,” kata Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohammad Yohan, Sabtu (17/1/2026).

Anggaran rekayasa cuaca tersebut ditambah berdasarkan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang awalnya dialokasikan hanya Rp7 miliar.

“Tapi berdasarkan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada 2026 ada kecenderungan-kecenderungan seperti apa. Jadi ditambah lagi,” katanya.

Yohan menjelaskan, penambahan anggaran itu dilakukan karena adanya rencana pelaksanaan OMC pada saat musim kemarau mendatang. Berbeda dengan OMC saat musim hujan, OMC saat musim kemarau dilakukan agar hujan turun di atas tanah bukan di atas laut.

“Kita juga ada niatan nanti masuk musim kering, justru kita coba gugurkan awannya di daratan. Beda metodenya (dengan OMC saat musim hujan),” katanya.

Namun demikian, Yohan mengatakan, total anggaran tersebut tidak akan dipaksakan untuk terserap seluruhnya, bila situasi dirasa cukup kondusif maka OMC tidak akan dilakukan.

Yohan juga memaparkan jumlah anggaran yang disiapkan untuk OMC periode awal dan pertengahan tahun sebesar Rp7 miliar. Namun, penyerapan anggaran tergantung kondisi cuaca dan jumlah garam yang disebarkan dalam setiap penerbangan. 

“Satu hari itu 3 penerbangan. Itu detail-detailnya ada hitung-hitungan dari BMKG. Berapa NaCl yang harus dibawa,” pungkasnya.

Penulis: RurEditor: Red

Loading...