JAKARTA,PenaMerdeka – Harga minyak dunia turun dalam perdagangan Asia pada Jumat, 26 Juni 2026 hari ini. Harga itu tetap berada di jalur penurunan mingguan ketiga berturut-turut.
Peningkatan lalu lintas melalui Selat Hormuz dan optimisme atas perjanjian perdamaian AS-Iran mengimbangi kekhawatiran yang muncul kembali, usai sebuah kapal kargo diserang di dekat Oman.
Dikutip dari Investing.com, kontrak berjangka minyak Brent yang berakhir pada Agustus turun 0,5 persen menjadi USD74,89 per barel.
Sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga turun 0,5 persen menjadi USD71,58 per barel.
Untuk pekan ini, baik Brent maupun WTI diperkirakan akan mencatatkan kerugian sekitar tujuh persen, memperpanjang penurunan yang dipicu oleh kesepakatan damai awal AS-Iran pekan lalu.
Kedua patokan tersebut telah naik lebih dari dua persen pada sesi sebelumnya, setelah sebuah proyektil menghantam kapal kargo yang melintas di dekat Selat Hormuz.
Ini menghidupkan kembali kekhawatiran tentang keamanan salah satu titik rawan energi terpenting di dunia.
Serangan tersebut mendorong Organisasi Maritim Internasional PBB untuk menangguhkan upaya yang bertujuan untuk memfasilitasi jalur aman bagi kapal dan awak di wilayah tersebut.
Para pejabat AS kemudian mengatakan Iran telah menembaki kapal tersebut, menimbulkan pertanyaan tentang ketahanan kesepakatan damai awal antara Washington dan Teheran yang telah membantu membuka kembali jalur air setelah berbulan-bulan terganggu.
Terlepas dari insiden terbaru, lalu lintas tanker melalui Hormuz terus pulih. Pengiriman minyak mentah melalui selat tersebut naik pekan ini ke level tertinggi sejak konflik dimulai awal tahun ini.
Minyak mentah Brent telah turun secara signifikan dari puncak di atas USD90 per barel yang terlihat di awal bulan, karena para pedagang semakin bertaruh penyelesaian yang lebih luas antara AS dan Iran dapat memulihkan aliran yang lebih stabil dari kawasan tersebut.
Para analis mencatat banyak kapal masih menghindari perairan Iran dan menggunakan rute yang lebih dekat ke Oman, yang mencerminkan risiko keamanan masih ada.







