JAKARTA,PenaMerdeka – Presiden Prabowo Subianto meyakini perdamaian di Gaza memiliki peluang nyata untuk terwujud setelah dirinya meneken Board of Peace (BoP) Charter di Davos, Swiss pada Kamis (22/1/2026) kemarin.
Piagam itu merupakan inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bertujuan mendorong penyelesaian konflik dan pemulihan kemanusiaan di Gaza.
Keikutsertaan Presiden Prabowo dalam penandatanganan piagam tersebut mencerminkan komitmen kuat Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menjaga ketertiban dunia serta mendorong penyelesaian damai konflik internasional.
Hal ini sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Menurut Prabowo, keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace bukan sekadar langkah diplomatik, melainkan momentum bersejarah untuk memperkuat upaya perdamaian, terutama bagi rakyat Palestina.
Sebab, ia menilai forum tersebut memberi ruang konkret bagi negara-negara yang memiliki komitmen kemanusiaan untuk berperan aktif.
“Saya kira ini kesempatan bersejarah, ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” ujar Prabowo dikutip dari siaran pers, Sabtu (24/1/2026).
“Yang jelas penderitaan rakyat Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu deras, begitu besar masuk, sudah masuk. Saya sangat berharap dan Indonesia siap ikut serta,” tuturnya.
Prabowo menambahkan, Board of Peace terbuka bagi negara-negara yang memiliki tujuan sejalan dalam mendorong perdamaian dan membantu rakyat Palestina.
Forum ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi internasional yang berorientasi pada kemanusiaan. “Siapa yang ingin perdamaian di situ, siapa yang ingin bantu rakyat Gaza, rakyat Palestina,” kata dia.
Sementara itu, Presiden Donald Trump dalam sambutannya menegaskan, Board of Peace merupakan salah satu inisiatif perdamaian paling penting dan berpotensi mencatatkan sejarah.
Ia menyebut para pemimpin dunia yang tergabung dalam BoP sebagai figur-figur berpengaruh yang memiliki peran besar dalam mendorong perdamaian global.







