SERANG,PenaMerdeka – Gubernur Banten, Andra Soni memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produksi jagung dalam langkah startegis membidik realisasi swasembada jagung di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur seusai mendampingi Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki, dalam kegiatan tanam jagung kuartal I tahun 2026 di Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Sabtu (7/3/2026) kemarin.

Kegiatan itu dilakukan secara serentak di berbagai daerah dan dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, secara virtual dari Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Andra Soni mengungkapkan, Provinsi Banten saat ini telah berhasil mencapai swasembada beras dan menempati posisi kedelapan sebagai penyumbang produksi beras secara nasional. 

Meski demikian, ia mengakui bahwa capaian untuk komoditas jagung masih memerlukan kerja keras dan dukungan dari seluruh pihak.

“Kebutuhan jagung kita cukup tinggi, terutama untuk menyuplai 12 industri pakan yang beroperasi di Banten. Selama ini, pasokan utama masih didatangkan dari luar daerah,” ujarnya dalam keterangan, Minggu (8/3/2026).

Provinsi Banten menunjukkan kondisi surplus beras yang signifikan hingga awal Maret 2026, yang didorong oleh lonjakan produksi padi nasional dan daerah pada kuartal pertama tahun ini.

Berdasarkan data terbaru, Banten tetap menjadi salah satu kontributor utama lumbung pangan nasional dengan tren produksi yang terus meningkat.

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional pada kuartal I-2026 mencapai 10,16 juta ton, meningkat sekitar 15,79% dibandingkan periode sebelumnya.

Khusus untuk periode Februari-April 2026, produksi diprediksi menembus 12,2 juta ton.

Tren surplus itu melanjutkan pencapaian tahun 2025, di mana produksi padi Banten menembus 1,8 juta ton (naik 16,84% dari 1,5 juta ton di tahun sebelumnya) dari luas panen 349.288 hektare.

Banten pun diprediksi terus mempertahankan surplus beras di kisaran 124.726 ton.

Pemerintah Provinsi Banten juga menggelontorkan dana sebesar Rp1 miliar pada Maret 2026 untuk menambah cadangan pangan (CP) guna menjamin ketersediaan stok di tingkat daerah.

Ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Provinsi Banten diketahui saat ini masih mencapai sebanyak 406 ton dan tersimpan di Bulog.

Kondisi surplus itu pun memperkuat posisi Banten dalam 8provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia, yang mendukung target pemerintah mencapai surplus nasional sebesar 17,2 juta ton pada akhir Desember 2026. 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andra Soni juga menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani setempat.

Bantuan tersebut meliputi 20 sak pupuk NPK, 150 liter pupuk hayati cair, 16 kilogram bibit jagung, serta 40 liter herbisida guna mendukung kelancaran proses masa tanam.

Guna mengatasi tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk memperluas cakupan luas tanam melalui sinergi dengan TNI dan Polri.

Salah satu strategi yang diusung adalah pemanfaatan lahan milik Perhutani serta optimalisasi lahan-lahan tidur yang tersebar di wilayah Banten.

Senada, Kapolda Banten Irjen Hengki menyatakan, pada kuartal I itu pihaknya menargetkan penanaman jagung seluas 199 hektare yang tersebar di jajaran polres wilayah hukum Polda Banten.

“Khusus di Kecamatan Kopo, dilakukan penanaman seluas 6 hektare dengan target produktivitas sebanyak 8 ton per hektare,” jelas Kapolda.

Hengki menambahkan bahwa target penanaman jagung oleh jajaran Polda Banten sepanjang tahun 2026 diproyeksikan mencapai 2.292 hektare. 

Pihaknya optimistis dengan kerja sama yang solid, target tersebut dapat tercapai demi mendukung kedaulatan pangan di Banten.

“Kami sangat konsen (fokus) dalam mendukung ketahanan pangan ini. Kami akan berupaya maksimal untuk mencapai target,” tegasnya.

Polda Banten juga mengimbau para petani untuk aktif mengoptimalkan lahan produktif maupun lahan tidur, mengingat nilai ekonomis jagung yang cukup menjanjikan. Sebagai informasi, kebutuhan industri pakan di Banten mencapai 4.000 ton per hari.

Penulis: HisyamEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *