JAKARTA,PenaMerdeka – Pemerintah mencatat, sebanyak 6.000 lebih warga negara Indonesia (WNI) masih tertahan dan belum bisa pulang ke Tanah Air lantaran imbas konflik di Timur Tengah.

“Jadi kalau perhitungan kami, itu jumlah WNI stranded dari mulai awal sampai saat ini sudah ada 6.000 lebih,” ucap Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (13/3/2026) kemarin.

Para WNI itu bakal dipulangkan ke Tanah Air secara bertahap sesuai dengan ketersediaan penerbangan dan kondisi ruang udara. “Memang yang paling banyak, ini yang stranded ini di Jeddah, untuk jemaah umrah,” ujarnya.

Heni menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan penginapan sementara bagi para WNI sambil menunggu penerbangan tersedia sebelum pemulangan.

“Jadi setiap hari itu kami ada laporan harian terkait penanganan WNI stranded ini. Jadi bisa dilihat, hari ini berapa, itu biasanya berkurang,” katanya.

Sementara itu, terkait penyelenggaraan ibadah haji 2026, pemerintah menyatakan belum ada perubahan kebijakan dari otoritas Arab Saudi. Hingga kini, pelaksanaan haji tetap berjalan sesuai rencana.

“Jadi sampai saat ini, pelaksanaan ibadah haji masih tetap sebagaimana yang direncanakan dan belum ada skenario lain dari Arab Saudi,” tukasnya.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi belum mengumumkan skenario baru terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun depan. Karena itu, masyarakat khususnya calon jemaah haji, diimbau tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pemerintah.

Penulis: RurEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *