Perusahaan teknologi dunia seperti Facebook, Twitter, YouTube dan Microsoft sepakat untuk perangi konten teror dan melakukan pencegahan konten berbau radikalisme agar tidak menyebar di jagat maya.
Empat perusahaan teknologi tersebut, sepakat membuat program khusus, program ini menggunakan database dari sidik jari digital unik yang dapat mengidentifikasi gambar dan video secara otomatis sehingga perusahaan dapat meninjau konten yang melanggar ketentuan atau tidak, sebagaimana dirilis LA Times.
Setiap perusahaan akan berpartisipasi dan membagi konten yang dianggap menyalahi aturan. Dan dengan menggunakan sidik jari digital maka dengan cepat konten dapat teridentifikasi oleh masing-masing perusahaan.
Kesepakatan ini dibuat perusahaan teknologi lantaran seringkali mendapat intervensi dari pemerintahan dan program tersebut bertujuan untuk menjawab pemerintahan negara-negara yang gelisah dengan konten radikalisme yang semakin meningkat di sosial media.
Konten gambar dan video yang ditandai dan masuk ke database tidak sertamerta terhapus seperti yang telah dijanjikan, akan tetapi sebelum mengambil keputusan penghapusan konten, setiap perusahaan akan mengecek secara manmual.
Program bersama ini akan mulai digunakan pada awal 2017 mendatang dan akan melibatkan lebih banyak lagi perusahaan dengan skema kerjasama untuk perangi konten teror. (penams/dbs)






