Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

2017 Akhir Progres Proyek LRT Jabodetabek Rampung 30-40 Persen

0 323

Jabodetabek,PenaMerdeka – Pada akhir tahun 2017 diharapkan Kementrian Perhubungan terkait proyek kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) Jabodetabek akan rampung 30 sampai 40 %. Saat ini progres pembangunan proyek LRT Cawang-Cibubur sudah mencapai 14,5 Kilometer atau dengan angka 17 persen progress pengerjaan.

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan (Menhub) pada Minggu (8/1/2016) yang didampingi Direktur Utama (Dirut) Adhi Karya, Budi Harto, dan Anggota Komisi V DPR RI, Nusyirwan secara langsung telah meninjau kemajuan pembangunan LRT tersebut sekaligus mengapresiasi kinerja PT Adhi Karya selaku kontraktor proyek kereta ringan Jabodetabek.

Seperti diketahui dalam proyek LRT Jabodetabek tersebut PT Adhi Karya menggunakan teknologi precast yang baru dipakai oleh sejumlah negara di Asia saja. Adhi Karya membangun LRT tahap I rute Cibubur-Cawang 14,5 Km, Bekasi Timur-Cawang 17,5 Km, dan jurusan Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 Km.

Proyek yang disebut Jumbo ini lantaran senilai Rp 23,81 triliun memang dipegang langsung PT Adhi Karya yang juga tercatat sebagai BUMN Indonesia. Menhub Budi Karya cukup kagum Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menggunakan teknologi anyar, precast.

“Teknologi ini baru ada di beberapa negara Asia, seperti China, Hong Kong, Singapura, Jepang, yang lain belum. Apa yang dilakukan Adhi Karya baik karena ada satu teknologi baru, namanya precast dengan bentang 30 meter,” terang mantan Dirut AP II ini menjelaskan.

Kalau berbicara tehknologi proyek LRT, hal ini adalah langkah bagus bagi perkembangan dunia LRT. Pasalnya kita sedikit lebih maju ketimbang dengan Negara lain di Asia dengan menggunakan precast. Disebutkan Budi Karya bahwa selain lintas atau jalur kereta menggunakan struktur U-Shaped Girder, Adhi Karya juga akan membangun keperluan fiber optic untuk kebutuhan telekomunikasi. Untuk kontruksi proyek LRT diperkirakan akan rampung pada pertengahan 2018.

“Diharapkan konstruksi LRT selesai pada pertengahan 2018. Kita masih punya waktu kurang lebih 8 bulan untuk menyelesaikan instalment, rolling stock, dan lainnya,” ungkapnya menjelaskan.

Sementara itu Dirut PT Adhi Karya, Budi Harto menjelaskan, kemajuan pembangunan jalur LRT rute Cibubur-Cawang telah mencapai 17 persen, rute Bekasi Timur-Cawang 12 persen, dan rute LRT dalam kota Cawang-Dukuh atas masih kecil 1 persen-2 persen.

“Progres pembangunan LRT itu telah menghabiskan anggaran Rp 2,5 triliun-Rp 3 triliun, tapi itu termasuk yang Bekasi ya terserapnya. Itu anggarannya dari internal dan sindikasi perbankan,” jelasnya.

Untuk pengerjaan kontruksi proyek LRT kata Budi Harto menargetkan dapat mengerjakan konstruksi LRT secara bertahap dengan kemajuan 35 persen-40 persen sampai akhir 2017.

Sementara Nusyirwan, anggota Komisi V DPR-RI berpendapat bahwa meskipun proyek LRT ini dapat menjadi alternatif moda masyarakat, ia menyarankan supaya tariff yang dibberikan kepada masyarakat tidak mahal.”Kalau bisa tiketnya tidak lebih dari Rp 50.000,” kata Nusyirwan. (agus/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli