Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Semenjak Jabat Gubernur, Rano Dianggap Abaikan Serapan 20 % APBD Pendidikan

BANTEN,PenaMerdeka – Banyak pihak menyayangkan semenjak Rano Karno menjabat Plt Gubenur Banten Pemrov Banten tidak menyerap 20 % APBD pendidikan. Kendati hal itu sudah diamanatkan dalam UUD 1945 untuk pembenahan sarana dan prasarana pembangunan pendidikan.

“Saya menyayangkan kalau Rano dalam kampanyenya selalu menyebut dirinya baru menjabat sebagai gubernur sehingga tidak banyak mendongkrak pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan dan kesehatan,” ucap M. Luthfi Direktur Forum Aspirasi Masyarakat Indonesia dalam rilisnya kepada wartawan, Sabtu (11/2).

Pendidikan yang baik harus direalisasikan untuk masyarakat Banten lantaran Luthfi beralasan, hal ini sudah sesuai dengan amanat amandemen UUD 45. Artinya 20 % APBD pendidikan penting dilakukan untuk mengejar target pembangunan pendidikan yang sudah tertinggal.

“Jadi penganggaran 20 % dalam APBD untuk sektor Pendidikan diluar dari kebutuhan belanja gaji pegawai. Ini harus dialokasikan untuk kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan, karena menjadi amanat konstitusi agar pembangunan sekolah yang sudah tercatat banyak rusak. Apalagi Banten juga banyak butuh pembangunan kelas baru,” ujar Luthfi.

Sepanjang ia menjabat sebagai Plt hingga ditetapkan menjadi Gubernur Banten definitif kami tidak melihat progress menganggarkan program pendidikan secara konfrehensif. Padahal sudah menjadi amanat Undang-undang bahwa hak konstitusi warga Negara mendapat pendidikan secara layak harus dilakukan bagi pemerintah.

“Semenjak Plt atau definitif seharusnya ia sudah mendorong kepada SKPD terkait melakukan pembenahan di sektor dasar itu dengan menggelontorkan sebanyak 20 % APBD pendidikan. Yang wajib saja dihianati tapi sudah berbicara yang lain,” tegas Luthfi.

Kecenderungannya kata Luthfi bahwa Rano menjelang Pilkada Banten bergulir malah lebih banyak membangun infrastrktur jalan. Di wilayah Tangerang Raya kebijakan memperbaiki jalan terlihat sekali.

“Pasalnya ia tahu persis bahwa di wilayah Tangerang Raya banyak pemilih ketimbang daerah lainnya. Jadi ia sudah mengabaikan APBD untuk membangun pendidikan di Banten. Saya tidak tahu apakah dia selaku gubernur tidak memahami atau dalam rangka memenuhi syahwat politik di perhelatan Pilgub Banten saja,” tandas Luthfi.

Kita harus tahu komitmen Rano untuk mensejahterakan pendidikan di Banten. Karena komitmen itu harus dilihat dari realisasi penyerapan 20 % APBD pendidikan. (wahyudi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan