Zulfikar Demokrat

Kembali Unggul di PSU Teluk Naga, Media Warman : Bukti WH-Andika Fair

0

KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Desa Babakan Asem, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang belakangan ini mendadak populer, yaa kini menjadi sorotan nasional khususnya dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2017. Sebab ada Pemilihan Suara Ulang atau PSU Teluk Naga di 15 TPS wilayah tersebut berdasarkan permintaan tim pasangan nomor 2 Rano Karno-Embay Mulya Syarief.

Sampai datangnya jajaran KPU-RI, KPU Banten dan KPU Kabupaten Tangerang, Bawaslu RI, Bawaslu Banten dan Panwaslu setempat ‘memplototi’ jalannya PSU Pilkada Banten di Teluk Naga membuktikan bahwa kasus PSU menjadi perhatian.

Informasi yang berhasil dihimpun jajaran kepolisian serta TNI diikabarkan dalam 1 TPS PSU Teluk Naga tersebut menempatkan 10 personil gabungan polisi dan TNI.

Dalam perhitungan suara yang dimulai sekitar pukul 13:00 WIB di setiap TPS tersebut, pasangan nomor urut 1 Wahidin Halim Andika Hazrumy (WH-Andika) kembali menggungguli pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief.

Total yang diperoleh pasangan nomor 1 dalam PSU di 15 TPS di Desa Babakan Asem, Teluk Naga pasangan WH-Andika berhasil mengantogi suara 2362 , sementara pasangan nomor 2 Rano-Embay mendapatkan 1965 dengan selisih perolehan 397 suara.

Sementara pada pencoblosan yang berlangsung 15 Febuari 2017 lalu, pasangan WH-Andika mendapat 2054 suara sedangkan Rano-Embay mendapat 1756 dengan selisih perolehan sebanyak 298 suara.

“Keunggulan kembali yang diraih pasangan nomor urut 1 dalam PSU di 15 TPS menunjukan bahwa WH-Andika tidak melakukan kecurangan seperti yang dituduhkan tim dari paslon lainnya. Artinya kemenangan WH-Andika di PSU Teluk Naga bisa juga diartikan untuk menepis paslon tim nomor 1 bermain fair dalam perhelatan Pilkada Banten kali ini,” ucap Media Warman, Sekretaris Koalisi Pemenangan Parpol Pengusung kepada PenaMerdeka.com, Minggu (19/2).

Seharusnya dengan kondisi ini kita sebagai rakyat Banten lebih bijak untuk mengawal program yang dijanjikan pasangan WH-Andika. Maka dari itu kami mengucapkan terimaksih kepada KPU, Bawaslu dan jajarannya selaku penyelenggara pemilu yang bisa berhasil melaksanakan PSU secara baik.

Sementara itu, Saeful Bahri, Komisioner KPU Provinsi Banten menyebutkan bahwa partisipasi pemilih dalam PSU Pilkada berjalan sukses.

“Saya sendiri dengan komisoner KPU setempat dari kemarin sore sebelum PSU digelar sudah berada di wilayah ini, memonitor persiapan pelaksanaan. Memonitor kesiapan petugas, surat suara, tenda untuk TPS dan lainnya. Alhamdulillah seperti yang kita lihat secara bersama pelaksanaannya berjalan lancar,” katanya menegaskan.

Syaeful menegaskan pada pelaksanaan PSU hari ini kami juga mengundang lagi kepada pengguna hak suara yang menggunakan e-KTP. “Hari ini kita undang juga yang menggunakan e-KTP supaya partisipasi pemilih dalam PSU ini bisa tetap terjaga,” kata Syaeful.

Ketua Bawaslu Banten, Pramono Tantowi saat meninjau langsung lokasi pencoblosan ulang, ia mengaku berkeliling ke setiap TPS untuk memastikan tak terjadi kecurangan dalam proses pencoblosan PSU Teluk Naga ini.

“Ya, kita akui ada kelalaian yang dilakukan PPS dan Panwascam, karena kotak suara tidak diawasi, maka terjadilah pembukaan secara ilegal,” ujar Pramono kepada wartawan.

Dalam kesempatan itu kata Pramono bahwa pihaknya melakukan pengamanan ketat terhadap proses penghitungan suara ulang itu, agar tidak terulang kembali kesalahan, dan pemilihan berlangsung adil serta jujur.

“Sampai mulai perhitungan atau rekapitulasi di Kecamatan Teluk Naga. Kita harapkan pula, proses PSU Teluk Naga ini berjalan dengan lancar,” tandasnya menjelaskan.

Data yang dalam tabulasi KPU saat ini telah masuk 100% dengan Suara sah 4.714.833.

Paslon nomor 1 WH-Andika : 50,93% (2.405.733) suara sementara Paslon nomor 2: 49,07%  (2.317.754) dengan selisih antara kedua calon berkisar 1,87 % atau 88.028 suara.

Dalam ketentuan rumusan syarat formal mengajukan sengketa Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK) Pasal 158 UU 10/2016 bagi provinsi dengan penduduk 6 juta s/d 12 juta (seperti halnya Banten) adalah 1% dari suara syah, dengan demikian didapatkan hasil (1% x 4.714.832=) 47.148 suara.

Artinya permohonan sengketa pemilihan akan diterima oleh MK ketika terjadi selisih maksimal 47.148 suara, jika melebihi angka ini, maka permohonan akan diputus tidak dapat diterima. (wahyudi)

kanal partai gerindra
Baca Berita Lainnya
Puji Rahman Hakim Perindo

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

mattis suscipit pulvinar in Praesent Donec at et, neque. ut mi,