KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Kondisi SMA/SMK Negeri di Kota Tangerang yang berada di perbatasan DKI Jakarta hampir setiap tahun mendapat eksodus siswa SMP sederajat yang berasal dari Ibu Kota Indonesia tersebut.
Sejatinya sebelum kebijakan pengelolaan SMA/SMK diambil Pemprov Banten, fenomena ini sudah hampir biasa diterima sekolah yang berada di perbatasan Jakarta. Sebut saja SMA Negeri 12 Kecamatan Larangan, SMA 3 dan SMA 13 Ciledug Kota Tangerang yang secara geografis memang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. Karuan saja setiap tahun ajaran baru tercatat separuh kelas yang dibuka tidak sedikit diisi siswa berasal dari Jakarta.
“Kami setiap tahun menerima eksodus siswa SMP DKI Jakarta. Tahun ajaran 2017 lalu dari sembilan kelas yang terdiri kurang lebih 900 murid hampir separuhnya berasal dari SMP Jakarta,” kata Suhandi, Humas SMA Negeri 12 Kota Tangerang kepada penamerdeka.com, Jumat (22/6/2018).
Kita tetap menampung, hanya saja pada tahun ajaran baru tingkat SMA/SMK Negeri kami menjalankan prosedur penerimaan siswa sesuai juklak juknis PPDB Banten 2018.
“Mereka calon siswa kita terima sesuai KK dan KTP orangtua yang banyak asal Kota Tangerang. Meskipun terkesan banyak eksodus siswa SMP ke Tangerang tapi mereka rata rata sudah menjadi warga Kota Tagerang. Hanya pas SMP nya banyak sekolah di Jakarta,” ucap pria yang kerap disapa Andi.
Menurutnya proses PPDB kali ini sesuai arahan memang mempunyai dua sistem penerimaan. Untuk siswa yang berasal dari SMP Kota Tangerang kami menyiapkan operator berbeda dengan calon siswa yang berasal dari SMP Jakarta.
“Ada dua operator yang menegerjakan PPDB online. Ada yang menerima calon murid yang kebanyakan eksodus siswa SMP yang berasal dari Jakarta,” tandasnya.
Hanya saja, tandas Andi, sekarang ini banyak calon siswa SMA yang belum bisa di terima secara online lantaran web PPDB Dindikbud Banten yang lemah. Semuanya syarat calon siswa sudah diterima di operator hanya saja tidak bisa langsung dikerjakan karena web yang sedang lemah. (hisyam)







