JAKARTA,PenaMerdeka – Asian Football Confederation (AFC), resmi mengubah jadwal drawing fase grup dalam ajang perhelatan  turnamen Piala Asia atau AFC Asian Cup 2027 mendatang.

Agenda penting tersebut kini akan digelar pada 9 Mei 2026 di Riyadh, Arab Saudi, setelah sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada April.

Perubahan tersebut menjadi perhatian besar karena menentukan peta persaingan awal, termasuk bagi Timnas Indonesia yang sudah memastikan diri tampil di turnamen tersebut.

AFC memutuskan penjadwalan ulang setelah mempertimbangkan dinamika situasi regional di kawasan Timur Tengah.

Langkah itu diambil untuk memastikan seluruh perwakilan asosiasi anggota dan pemangku kepentingan dapat hadir tanpa kendala keamanan maupun logistik.

Dengan keputusan tersebut, proses pengundian diharapkan berjalan lebih optimal dan inklusif, mengingat pentingnya momen tersebut dalam menentukan komposisi grup.

Turnamen Piala Asia 2027 akan menjadi edisi pertama yang digelar di Arab Saudi. Sebanyak 24 tim terbaik Asia akan bersaing memperebutkan gelar juara.

Kompetisi dijadwalkan berlangsung mulai 7 Januari hingga 5 Februari 2027, dengan tiga kota utama sebagai tuan rumah: Riyadh, Jeddah, dan Al Khobar.

BAGAIMANA DENGAN TIMNAS INDONESIA?

Timnas Indonesia dipastikan menjadi salah satu peserta yang menunggu hasil undian grup setelah kepastian didapat setelah Skuad Garuda melaju ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Hasil drawing nanti akan sangat menentukan peta jalan Indonesia di turnamen, termasuk potensi menghadapi tim-tim kuat Asia sejak fase grup.

Drawing grup bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi titik awal yang menentukan jalannya turnamen, namun komposisi menjadi faktor krusial dalam peluang setiap tim untuk melangkah jauh.

Dengan jadwal baru yang telah ditetapkan, perhatian kini tertuju pada Riyadh, tempat di mana peta persaingan Piala Asia 2027 bakal mulai terbentuk.

SIAPA LAWAN TERKUAT ATAU MASUK GRUP MAUT?

Hingga kini sebanyak 23 tim telah memastikan tiket ke putaran final, namun tersisa perebutan Lebanon dan Yaman yang akan saling berhadapan pada awal Juni untuk menentukan siapa yang lolos sebagai wakil terakhir.

Timnas Indonesia termasuk salah satu tim yang sudah mengamankan tempat di putaran final.

Namun, posisi skuad Garuda berada di pot terakhir atau Pot 4, yang secara otomatis membuka peluang menghadapi tim-tim kuat sejak fase grup. Kondisi ini membuat jalan Indonesia diprediksi tidak akan mudah.

Dalam sistem drawing nanti, 24 tim akan dibagi ke dalam enam grup, masing-masing berisi empat tim. Setiap grup akan diisi satu tim dari masing-masing pot, sehingga komposisi kekuatan akan sangat beragam.

Tim dari Pot 1 menjadi unggulan utama dan berpotensi menjadi lawan berat bagi tim-tim dari Pot 4, termasuk Indonesia.

Beberapa negara kuat yang berada di Pot 1 antara lain Arab Saudi, Jepang, Iran, Korea Selatan, Australia, dan Uzbekistan. 

Nama-nama tersebut sudah dikenal sebagai kekuatan utama sepak bola Asia, baik dari segi pengalaman maupun kualitas skuad.

Jika Indonesia tergabung dengan salah satu dari mereka, maka tantangan berat sudah menanti sejak pertandingan pertama.

Sementara Pot 2 diisi tim-tim seperti Qatar, Irak, Yordania, Uni Emirat Arab, Oman, dan Suriah.

Tim-tim ini juga memiliki kualitas yang tidak bisa dianggap remeh, bahkan beberapa di antaranya kerap menjadi kuda hitam yang mampu membuat kejutan di turnamen besar.

Di Pot 3, terdapat Bahrain, Thailand, Tiongkok, Palestina, Vietnam, serta Tajikistan.

TANTANGAN DAN PELUANG TAMPIL APIK

Meski secara peringkat berada di bawah unggulan utama, tim-tim ini tetap memiliki karakter permainan yang menyulitkan dan berpotensi menjadi lawan tricky dalam fase grup.

Tantangan karena harus menghadapi tim-tim dengan peringkat lebih tinggi, namun juga peluang untuk membuktikan perkembangan sepak bola nasional di level Asia.

Dalam beberapa tahun terakhir, performa Squad Garuda Indonesia memang menunjukkan peningkatan tajam, baik dari segi organisasi permainan maupun mental bertanding.

Dengan waktu yang masih cukup panjang, setiap tim memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri dengan lebih matang, termasuk Timnas Indonesia yang diharapkan mampu tampil apik.

Penulis: DenEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *