Jelang Pra Peradilan Kasus PT TFJ di PN Pandeglang, Mahasiswa Gelar Demo

KABUPATEN SERANG,PenaMerdeka – Menjelang pra peradilan kasus ditangkapnya warga oleh polisi atas dugaan pengerusakan alat di kawasan PT.Mayora sejumlah warga Baros-Cadasari dan mahasiswa menggelar unjuk rasa di posko yang di dirikan di Kampung Honje, Desa Suka Indah, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.

Dikabarkan aksi tersebut dilakukan menjelang pra peradilan yang akan digelar besok, Senin 27/2/2017 (hari ini, red) di Pengadilan Negeri (PN) Pandegelang.

Pantauan PenaMerdeka.com, aksi unjuk rasa digelar sekitar pukul 16.30 WIB, dalam aksinya warga dan mahasiswa yang tergabung dalam KNPA (Komite Nasional Pembaharu Agraria) melakukan kampanye kesadaran terhadap masyarakat dalam menolak pendirian PT. Tirta Fresindo Jaya (TFJ) anak Mayora Group dan mengajak masyarakat mengawal pra peradilan besok.

“Kami menggelar aksi ini sekaligus untuk mengawal proses hukum tersebut yang akan berlangsung besok. Ini bentuk solidaritas mahasiswa terhadap tiga warga yang sudah menjadi tersangka,” kata Hendra Wibowo, Ketua Maping Banten dan perwakilan mahasiswa saat ditemui, Minggu, (26/2).

Seperti dikabarkan sebelumnya, tiga warga yang sudah menjadi tersangka dalam aksi dugaan perusakan di kawasan pabrik Mayora yakni PT TFJ beberapa waktu lalu. Mereka adalah Fuadi, Bimbim dan Sya’ir.

Ketiganya dijadikan tersangka atas dugaan pengerusakan tersebut. Arfan Ramdani , Kuasa Hukum dari LBH Rakyat Banten mengatakan pra peradilan besok diagendakan pembacaan permohonan gugatan. Agenda tersebut juga berjalan selama tujuh hari berturut-turut.

“Kami minta agar ketiga tersangka tersebut supaya dibebaskan Harapan kita sesuai apa yang diminta warga. Lantaran kami menduga upaya penangkapan mereka cacat secara prosedur,” tandas Arfan saat ditemui wartawan dikantor LBH Rakyat Banten.

Diketahui, PT TFJ membeli lahan pesawahan seluas 17 hektare di dua lokasi. 12 hektare di Kampung Kramat Mushola, Desa Cadasari, Kabupaten Pandeglang dan 5 hektare lagi di Kampung Cipancur, Desa Suka Indah, Kabupaten Serang.

Kasus itu dilatarbelakangi langkah PT TFJ yang disinyalir mengekploitasi air tanah untuk industri minuman ringan. Masyarakat setempat tidak setuju karena akibat dari kegiatan pabrik tersebut sumber air mereka menjadi kering. (afed)

Disarankan
Click To Comments