Mobilisasi Pabrik Semen Dianggap Penyebab Jalan Bayah Banten Rusak Parah

LEBAK BATEN,PenaMerdeka – Jalan Bayah Banten – Cibareno Pelabuhan Ratu sepanjang 13 KM kondisinya rusak parah, aksesini dibiarkan rusak berdebu dan licin. Sudah hampir 3 tahun  mengalami ini rusak parah. Kerusakan jalan ini disebutkan warga disiyalir lantaran didominasi oleh mobilisasi kendaraan perusahaan PT. Cemindo Gemilang yang memproduksi semen merah putih.

“Kami minta kepada bapak Presiden Jokowi untuk segera memberikan tindakan tegas supaya jalan yang menghubungkan dua provinsi Banten dan Jawa Barat ini segera diperbaiki, ujar Emen salah satu warga, Jumat (3/10).

Menurut Emen, lokasi kerusakan jalan Bayah Banten – Cibareno diperkirakan sepanjang 13 kilo meter.

“Kondisi Jalan Bayah ke Pelabuhan Ratu ini memperihatinkan, aspal sudah tidak nampak, tetapi hanya tanah berlapiskan batu krikil saja,” tandas Emen.

Sementara menurut Ugi (30) warga sekitar menuturkan ketika musim penghujan akses ini licin dan ketika musim kemarau berdebu, tentunya sangat mengganggu terhadap pengguna jalan karena rawan mengalami kecelakaan.

“Kerusakan jalan tersebut juga telah menghambat aktivitas masyarakat sekitar baik untuk keperluan ke pasar, kantor kecamatan ataupun berobat ke puskesmas dan ke sekolah. Terihat muatan yang diangkutpun melebihi kapasitas standar jalan,” kata Ugi menjelaskan.

Ia lebih jauh menjelaskan, muatan mobil angkutan berat yang melintasi jalan Bayah Banten- Pelabuhan Ratu terlihat lebih dari 20 ton, padahal kata Ugi menerangkan bahwa kelas jalan nasional ini hanya 8 ton.

Merekapun tidak mengindahkan aturan karena tdak ada petugas yang melarang, padahal sudah jelas kalau dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 bahwa aturan ini harus dijalankan.

“Kami sangat kecewa kepada perusahaan yang terkesan merampas kenyamanan lingkungan kami,” ujar Ugi melanjutkan.

Kata Ui perwakilan warga menyebutkan berharap agar perusahaan tidak hanya meraup keuntungan didaerah kami.

Tetapi juga harus memberikan kenyamanan bagi pengguna Jalan Bayah Banten dan sebalikya dan warga sekitar, begitu juga protes kami kepada pemerintah supaya tidak tutup mata tutup telinga atas permasalah ini. Mohon untuk segera ditindaklanjuti. (afed)

Disarankan
Click To Comments