Pertama di Bogor, Desa Babakan Pakai Sistem e-Voting Pilkades

BOGOR, PeneMerdeka – Hanya ada 1 desa saja yang melaksanakan gelaran pemilihan kepala desa (Pilkades) yang menggunakan sistem secara elektronik atau e-voting, Minggu (12/3/2017). Sistem e-voting Pilkades memang kedepan akan menjadi proyek percontohan untuk desa lainnya di Indonesia.

Desa Babakan namanya, berada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, adalah pertama kalinya memilih kepala desanya dengan sistem e-voting.

Sebenarnya ada sebanyak 36 desa dari 26 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor yang melaksanakan pemilihan kepala desa gelombang pertama secara serentak. Namun hanya desa Babakan yang menggunakan sistem e-voting Pilkades.

Sebelumnya pihak birokrasi setempat sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat Desa Babakan.

“Perlu sekali dilakukan sosialisasi supaya mereka (masyarakat) dapat melaksanakan secara baik e-voting Pilkades ini, dan sudah lama dilakukan sosialisasinya,” kata Camat Ciseeng Eddy Muslihat, Minggu (12/3).

Lebih dalam kata Edy, sosialisasi berlangsungnya Pilkades kepada pemilih yang berjumlah 10.374 tersebut secara e-voting bukan hanya kepada masyarakat saja tetapi dilakukan juga kepada tokoh masyarakat termasuk untuk calon kepala desa itu sendiri.

Dalam kontestasi Pilkades tersebut ada sebanyak 3 calon yang mengikuti perhelatan demokrasi tingkat desa tersebut.

Dengan adanya sistem e-voting Pilkades diharapkannya agar proses pelaksanaannya bisa lebih cepat, lebih transparan, serta meminimalkan kecurangan.

Eddy menyebutkan, pemilihan kepala desa Babakan diikuti tiga calon kepala desa. Selain itu, daftar pemilihnya yang tervalidasi sebanyak 10.374.

“Warga awalnya sempat bingung terutama untuk pencoblosan. Tapi, setelah disosialisaskan, mereka paham dan mengerti. Target panitia e-voting pilkades, partisipasi warga mencapai 80 persen,” kata dia.

Sementara, Kepala Program E-Pemilu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Andrari Grahitandaru menjelaskan, Desa Babakan menjadi role model (percontohan) pemilihan kepala desa dengan sistem e-voting di Kabupaten Bogor.

“Ini yang pertama (e-voting) di Kabupaten Bogor,” tutur Andrari.

Meski begitu, lanjut Andrari, BPPT sudah menerapkan sistem e-voting Pilkades sebanyak 526 pemilihan kepala desa di 9 kabupaten di Indonesia.

“Mudah-mudahan kalau pakai sistem e-voting masyarakat akan yakin akurat hasil perhitungannya,” tandasnya. (deden/dbs)

Disarankan
Click To Comments