Menagih Janji Walikota Tangerang Soal Kasus Penerbitan SLF

menagih-janji Walikota Tangerang Arief R Wismansyah

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Setelah dilakukan penetapan tersangka kepada oknum pejabat di BPBD Kota Tangerang oleh Kejari Tangerang, saat ini sejumlah pihak menagih janji Walikota Tangerang untuk menonjobkan tersangka kasus dugaan pungli penerbitan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) pada bangunan atau gedung tersebut.

Sebab kedepan disebutkan menyangkut stabilitas pelaksanaan kerja di BPBD dan membantu proses hukum yang sedang berlangsung di Kejari Tangerang.

Ahkwil Ramli Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LPHI Kota Tangerang mengatakan, selain untuk menimbulkan efek jera kepada pejabat Pemkot Tangerang lainnya tetapi kenapa kita menagih janji Walikota Tangerang lantaran demi menjalankan amanat Peraturan Presiden (Perpres) No 87 Tahun 2016 Tentang Saber Pungli serta Perpres No.12 Tahun 2017 Tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

“Walikota diharapkan segera mengambil tindakan terhadap oknum pejabat yang disinyalir terlibat pungli penerbitan SLF, yakni dengan menonjobkan atau memberhentikan sementara terhadap oknum itu,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Kejari Tangerang telah menetapkan AFN sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungli SLF ke puluhan pemilik gedung di Kota Tangerang. Sementara pihak Pemkot belum melakukan tindakan, sehingga sejumlah pihak menagih janji Walikota Tangerang atas kasus yang membelit oknum PNS BPBD tersebut.

Pada Senin (15/5/2017) lalu, penyidik Kejari Tangerang untuk pengembangan kasus telah menggeledah kantor BPBD mencari bukti-bukti lain.

Sebelumnya kata Firdaus Kasi Pidsus Kejari Kota Tangerang behwa setelah ditetapkannya AFN menjadi tersangka pihaknya tetap melihat perkembangan kedepan. Artinya kemungkinan akan ada calon tersangka lain.

Untuk jumlah uang yang dipungut oleh oknum pejabat tersebut dari hitungan sementara itu berjumlah sekitar Rp. 380 juta dari sekitar 24 perusahaan swasta.

Sementara, AFN meskipun dirinya sudah ditetapkan menjadi tersangka dari informasi yang berhasil dihimpun masih menjalankan tugasnya seperti biasa.

Diberitakan sebelumnya, menanggapi kasus dugaan pungli BPBD Kota Tangerang, Walikota mengatakan pihaknya sangat menghargai proses hukum dan tak akan mengintervensi Kejari.

Dirinya juga menegaskan, apabila nantinya salah satu pejabat yang terlibat dalam kasus dugaan pungli BPBD Kota Tangerang yang sudah diperiksa Kejari dan statusnya naik dari saksi menjadi tersangka pungli pihaknya bakal memberikan sanksi tegas terhadap pegawainya, sesuai dengan aturan kepegawaian yang ada.

“Kita berikan sanksi sesuai kepegawaian, jika dalam proses kasus hukum itu statusnya sudah naik tersangka. Bisa dinonjobkan,” tegasnya.

Stabilitas pelaksanaan fungsi kerja di BPBD Kota Tangerang setelah ditetapkan salah seorang oknum memang dikabarkan banyak pihak menagih janji Walikota Tangerang memberikan sangsi sehingga dapat membantu proses hukum yang sedang berlangsung di Kejari Tangerang. (herman)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah