Mau Demo Anarkis ke Panwaslu Kota Tangerang, Belasan Orang Diciduk Polisi

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Belasan orang yang diduga akan melakukan aksi demo anarkis di Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) berhasil diamankan petugas Polres Metro Tangerang pada Sabtu (25/2).

Mereka dicurigai polisi akan membuat onar lantaran kedapatan membawa bensin dan ban di salah satu kendaraan yang digunakan untuk melakukan aksi demonstrasi tersebut.

Massa yang datang dengan menggunakan 15 mobil mini bus itu belum sempat melakukan aksi anarkis dengan dalih demo tetapi terpaksa harus diusir aparat Polres Metro Tangerang yang dimpimpin langsung oleh Kasat Intel Danu Wiyata dan Kabag Ops Polres Metro Tangerang AKBP Budi Asrul Kurniawan.

Kita mendapati hal-hal yang diindikasikan akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan seperti keonaran atau anarkis. Maka itu, kita usir dan beberapanya kita amankan, ujar AKBP Budi Asrul Kurniawan di dekat kantor Panwaslu Kota Tangerang.

Lebih dari 100 massa yang menamakan diri Gerakan Pemuda Tangerang itu pun akhirnya urung melakukan aksi demonstrasi.

“17 diantaranya sudah diamankan ke Polres Metro Tangerang. Mereka bawa bensin dan ban bekas, khawatir akan anarkis jadi terpaksa kita amankan” terang AKBP Budi.

Kholid, Koordinator Gerakan Pemuda Tangerang mengatakan, pihaknya merasa ada keanehan dengan apa yang dilakukan oleh petugas Polres Metro Tangerang.

“Kita kan baru akan menyampaikan aspirasi ke Panwaslu Kota Tangerang. Tidak ada yang membawa senjata, kenapa kami ditangkap. Kami ini berbeda dengan yang membawa bensin dan ban bekas, tidak ada hubungan sama sekali,” ujar Kholid, Sabtu siang sebelum akhirnya dia ikut juga diamankan.

Pantauan di lokasi, sekitar 100 orang massa mendatangi kantor Panwaslu Kota Tangerang sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka datang dengan menggunakan mini bus sekitar 18 unit.

“Bagaimana sih mau demo kok enggak boleh. Kan sudah ada pemberitahuan sebelumnya,” katanya.

Berdasarkan selebaran yang diterima wartawan di lokasi, Gerakan Pemuda Tangerang dan Lembaga Independen Kajian Publik Tangerang, menuduh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang dalam perhelatan Pilkada Banten 2017 menjadi bagian dari partisipan dari salah satu pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, Wahidin Halim-Andika Hazrumy. (yuyu)

Disarankan
Click To Comments