Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Stigma Penyakit Kusta di Masyarakat, Ahdi Muhtar : Pasien Sembuh Tidak Menular

91

PenaMerdeka – Permasalahan bagi penderita kusta disebutkan sejumlah pihak bukan mencakup pada persoalan medis saja, tetapi meluas ke permasalahan sosial, ekonomi dan budaya.

Karena sampai saat ini ada sejumlah masyarakat menilai bahwa penderita kusta adalah pentakit kutukan tuhan. Menular dan tidak dapat disembuhkan. Penyebab cacat pun harus diasingkan. Stigma itulah yang menyebabkan penderita kusta menyembunyikan diri.

Sehingga persoalan ini pun masih tetap melekat kepada orang yang sudah sembuh dari kusta. Sehingga mereka tidak dapat bekerja di perusahaan. Tidak dapat berdagang makanan dan aktivitas ekonomi lainnya.

Kemarin pada Kamis (31/3) suasana di gelanggang olahraga (GOR) Rumah Sakit Kusta Sitanala di Jalan Dr Sitanala, Kota Tangerang tampak ramai tidak seperti biasanya.

Mereka Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) merasa senang lantaran mendapat bantuan dari dikumpulkan di untuk mendapat bantuan kaki palsu.

Meski pembagian kaki palsu baru dimulai pukul 10.00, namun Surtinah salah satu OYPMK yang kakinya harus diamputasi sudah datang sejak pukul 09.00. kakinya harus diamputasi karena penyakit yang dideritanya. Namun ia merasa senang karena akan mendapatkan kaki palsu.

”Saya senang bisa mendapat bantuan kaki palsu, sebab jarang orang yang mau berbagi dengan OYPMK. Kalau kami berjualan pun kebanyakan orang merasa jijik,” tutur Surtinah yang kaki kirinya diamputasi.

Kepala Rumah Sakit Kusta Sitanala dr. Ahdi Muhtar mengatakan, pasien kusta yang sudah sembuh dipastikan tidak akan menular. Seluruh bakteri sudah dipastikan mati.

“Tidak perlu takut untuk berinteraksi, kusta menular, bukan keturunan, itu pun harus dengan interaksi erat yang secara berkesinambungan,” kata Ahdi.

Berdasarkan pusat data dan informasi Kementerian Kesehatan, kasus baru kusta di 2013 mencatat 16.825 kasus kusta baru.

Dengan angka kecacatan 6,82 per 1 juta penduduk. Angka ini menempatkan Indonesia pada peringkat ketiga dunia setelah India dengan total 134.752 kasus. Dan Brasil dengan 33.303 kasus. (sby)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...