Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Tangkal Radikalisme, Mahasiswa Kosgoro Dorong Gerakan Membumikan Pancasila

0 40

JAKARTA,PenaMerdeka – Merebaknya gerakan radikal anti Pancasila harus diwaspadai dan dilawan seluruh elemen rakyat Indonesia. Dalam acara diskusi ‘Menangkal Radikalisme Membumikan Pancasila,’ dinyatakan bagi masyarakat yang tidak berkenan dengan ideologi Pancasila tersebut dipersilahkan angkat kaki dari Indonesia.

Diskusi yang digagas Ketua Umum DPN Gerakan Mahasiswa Kosgoro HM Untung Kurniadi di Jakarta pada Jumat (9/6/2017) sore kemarin, hadir dalam diskusi tersebut Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Kabiro Penmas) Divisi Humas Polri Brigjend Rikwanto, Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Profesor Irfan Idris dan Ketua Umum PPK Kosgoro Hayono Isman serta pengurus Gema Kosgoro DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Untung mengatakan, gerakan radikal anti Pancasila bukan hanya musuh pemerintah saja melainkan menjadi musuh bersama seluruh rakyat Indonesia dan gerakan membumikan Pancasila harus selalu digaungkan secara berkesinambungan.

“Makanya Gema Kosgoro mendukung penuh kebijakan pemerintah yang dicetuskan Menteri Pemuda Olahraga Imam Nahrawi yang mengajak pemuda dan mahasiswa untuk bersatu melawan gerakan radikal dan anti Pancasila,” tegas Untung.

Pada kesempatan itu, Direktur Deradikalisasi BNPT Profesor Irfan Idris mengungkapkan, paham anti Pancasila tumbuh berkembang dikalangan mahasiswa di kampus-kampus.

Makanya BNPT tidak cukup hanya menggandeng kementerian dan lembaga namun harus juga melibatkan partisipasi masyarakat termasuk kalangan mahasiswa dalam membumikan Pancasila.

“Kami menyadari menangkal paham radikalisme tidak cukup mengandalkan BNPT dengan kementerian dan lembaga pemerintah saja. Perlu melibatkan masyarakat dan mahasiswa, salah satunya Gema Kosgoro,” papar guru besar UIN Makasar tersebut.

Hal senada disampaikan Kabiro Penmas Divisi Humas Polri Brigjend Rikwanto. Dia mengatakan, tidak ada tempat di Republik Indonesia bagi yang ingin mengganti atau mencoba mengutak-atik ideologi Pancasila.

“Bagi yang ingin mengubah atau mengutak-atik ideologi Pancasila maka akan berhadapan dengan Polri,” tegas Rikwanto.

Ada pun Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menyoroti banyaknya media online yang berisi berita bohong atau hoax yang bersifat provokasi dan menyebarluaskan paham radikal tidak menpopulerkan isi membumikan Pancasila.

“Jumlahnya ribuan. Dan ini harus ditertibkan dan diproses hukum. Saya tegaskan bahwa media online hoax ini bukan merupakan produk jurnalistik dan dapat diproses hukum,” kata pria yang telah dua periode menjabat komisioner di dewan pers ini.

Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menegaskan bahwa Pancasila adalah ideologi final dan merupakan pemersatu bangsa. Apabila tidak berkenan dengan Pancasila maka dipersilahkan angkat kaki dari Indonesia.

“Pancasila sudah final. Mari kita tangkal bersama radikalisme yang anti Pancasila. Gerakan membumikan Pancasila seperti dalam diskusi kali ini sangat penting,” tegasnya. (uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...