Enggan Sebut Daerah, Jokowi : Kajian Pemindahan Ibu Kota harus Mendalam

by 2017-07-14 0 comments

kajian pemindahan ibu kota negara

KALTIM,PenaMerdeka – Munculnya wacana pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia dari DKI Jakarta menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih dalam tahap kajian. Karena kata Presiden, kajian pemindahan Ibu kota butuh kajian mendalam dan menelan anggaran besar sehingga tidak dimungkinkan untuk segera diputuskan.

Saat memberikan sambutan dalam acara Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah di Balikpapan International Convention Center, Kalimantan Timur, Kamis (13/7) kemarin seperti dirilis Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Kepresidenan kepada PenaMerdeka.com Jokowi menyatakan sudah menyampaikan kepada Gubernur Kalimantan Timur.

“Soal pemindahan Ibu Kota Negara sudah disampaikan kepada Gubernur Kalimantan. Saya tidak mau menyinggung itu dulu karena. Kajian pemindahan Ibu kota harus mendalam,” ujar Presiden Jokowi.

Artinya proses pemindahan ibu kota, menurutnya perlu kalkulasi matang. Contohnya mengenai sosial politik, infrastruktur, dan perekonomian. Dengan demikian, biaya yang dibutuhkan juga tidak sedikit.

Baca juga:  Elektabilitas Pilpres 2019, Prabowo Potensi Salip Petahana Jokowi

Memang kata Jokowi lebih dalam menyampaikan, saat ini sudah banyak negara yang memisahkan lokasi pusat pemerintahan dan bisnis.

Dalam kesempatan itu Presiden mencontohkan, ada tiga provinsi yang dikaji lebih dalam ketimbang daerah lain. Tapi, dia enggan membuka namanya karena bisa memicu spekulasi harga tanah. Maka itu kajian pemindahan ibu kota harus matang.

“Kalau saya buka di Kalimantan Timur misalnya di Bureu, nanti semua orang beli tanah di sana. Tidak saya buka. Harga tanah nantinya berpotensi langsung melambung,” ujarnya menegaskan.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyebut pihaknya siap memfasilitasi kebutuhan lahan pemerintah pusat untuk mempersiapkan ibu kota baru.

Ia menyebut, Kaltim memiliki sejumlah infrastruktur yang strategis seperti bandara dan pelabuhan internasional, jalan tol, dan pasokan listrik yang mencukupi.

“Setelah ada kajian pemindahan ibu kota berapa pun besar lahan yang dibutuhkan, kami siap untuk fasilitasi,” tandas Faroek. (uki)

Baca juga:  Pemprov Jakarta & Banten akan Mou Bangun Jembatan Penghubung Pulau
kompetisi potret Banten

Komentari Berita Ini

Tidak ada komentar

Melompat ke kolom komentar

Belum ada komentar!

Anda dapat menjadi orang pertama yang menulis komentar.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.