Tanpa Ploncoan, SMA-N 7 Tangsel Hari Pertama Sekolah Gelar MPLS

by 2017-07-18 0 comments

hari pertama sekolah

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Pelaksanaan hari pertama sekolah di SMA Negeri 7 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) siswa baru diajak mengenali Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menurut Hamdari, Kepala SMA Negeri 7 Tangsel menyebutkan, setelah sejak 2 tahun lalu sistem masa orientasi siswa (MOS) tidak dilaksanakan lagi, siswa baru sekarang lebih dikenalkan kepada prestasi sekolah yang pernah diraih, kegiatan eskul, pengenalan kepada guru, struktur, pengenalan lingkungan sekolah dan lainnya.

Kata Hamdari lebih dalam menegaskan, dua tahun lalu sistem MOS sempat mendapatkan perdebatan karena identik kepada siswa baru ada perploncoan dari kakak kelasnya. Dan kini saat hari pertama sekolah berjalan siswa dikenalkan dengan program (MPLS).

“Sekarang sudah dua tahun berjalan, saya sangat respek dengan sistem ini lantaran menghindari kekerasan. Siswa bisa lebih enjoy menikmati belajar,” ucapnya kepada PenaMerdeka.com, Senin (17/07) kemarin.

Baca juga:  Mahasiswa UMJ Lapor ke Polisi Lantaran Menganggap Jadi Korban Pengeroyokan

Target yang tetap dicanangkan oleh SMA Negeri 7 Kota Tangsel adalah mensuport siswanya masuk ke Perguruan Tinggi (PT). Ini sudah kami lakukan hampir setiap tahun. Ini juga harus diketahui juga kepada siswa pada hari pertama sekolah.

“Sejak lima tahun lalu saya masuk ke SMA Negeri 7 memang sudah ada target-target yang di programkan. Ada upaya peningkatan kualitas SDM guru, membentuk tim yang melibatkan Wakasek. Makanya kami juga dalam waktu dekat akan menggelar rapat kerja dengan tim merumuskan pengelolaan system belajar sehingga program siswa ke PT bisa tercapai,” kata Kepsek nominasi terbaik tingkat nasional mewakili Banten.

Dari 450 kurang lebih ada sekitar 259 siswa yang berhasil masuk ke PT pada tahun ajaran sebelumnya. Lantas kenapa SMA Negeri 7 Tangsel hampir setengah jumlah siswa yang ada bisa masuk ke PT, karena kata Hamdari beralasan, salah satu upayanya adalah dari sebanyak 35 guru dibentuk dewan guru. Mereka harus memantau setiap 1 murid soal progres belajarnya termasuk tingkat kehadirannya.

Baca juga:  KBM Galuh Jaya Jabodetabek Gelar Kongres ke-XI

“Untuk mencapai nilai maksimal yaa memang harus begitu. Orang tua juga kita ajak komunikasi supaya didorong nilai belajarnya siswa,” ucapnya.

Dengan jumlah siswa baru sekitar 400 lebih kami berharap kedepan lebih bisa diarahkan. Maka saat hari pertama sekolah kami menciptkan siswa yang manut. “Kalau sudah nurut akan lebih gampang untuk diarahkan secara positif,” tandasnya. (deden)

kompetisi potret Banten

Komentari Berita Ini

Tidak ada komentar

Melompat ke kolom komentar

Belum ada komentar!

Anda dapat menjadi orang pertama yang menulis komentar.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.