Pengakuan Syukur soal Pasangan Calon dan Inten ke PDI-P Kota Tangerang

Pasangan Calon dan Inten ke PDI-P Kota Tangerang

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Abdul Syukur saat proses pemilihan walikota dan wakil walikota tahun 2013 lalu mengantongi nama Hilmi Fuad kader PKS sebagai pasangan calon.

Terkait komunikasi pasangan calon di Pilkada 2018 adik Gubernur Banten ini menyebut masih penjajakan, sebab hal itu bagian dari strategi pemenangan Pilkada.

“Itu masih rahasia. Untuk komunikasi politik kepada siapa akan berpasangan pasti ada. Tapi sekarang saya belum beberkan pasangan calon di Pilkada lantaran hal itu bagian strategi pemenangan,” kata Abdul Syukur kepada PenaMerdeka.com, Sabtu (21/10/2017).

Sekarang ini kata Abdul Syukur dirinya konsen menaikan popularitas kendati ini juga terkait eksistensi sebagai politisi.

“Intinya komunikasi tetap dilakukan. Tapi walau bagaimanapun saya tetap menunggu arahan Golkar. Kalau Golkar intruksi bergerak saya bergerak, kalau disuruh tidur saya tidur. Akan saya ikuti. Sekarang saya kan sedang bergerak di Pilkada,” ucapnya.

Kata dia sekarang ini tidak kearah pasangan calon, nanti menunggu arahan partai sambil menunggu hasil survei.

Namun demikian terkait usungan pasangan walikota dan wakil walikota untuk di daftarkan ke KPU partai Golkar tidak bisa berjalan sendiri. Maka memang harus ada partai lain yang harus diajak koalisi.

“Komunikasi ke partai lain ada, dan sekarang inten dengan PDI-P. Dan peluang itu asa di PDI-P. Golkar tidak bisa jalan sendiri karena kuota pengusungan calon masih kurang. Karena waktu masuk ke penjaringan PAN ternyata memang mengarah ke yang lain,” ujar Syukur.

Terkait dengan posisi pencalonan pria asli Tangerang ini juga melihat realistis saja dengan konstelasi politik kedepan. Apakah akan menjadi calon walikota atau wakil walikota.

“Maka itu saya belum bisa memastikan apakah bakal menjadi calon walikota atau wakil. Realistis dan mengalir saja menunggu Golkar,” tandasnya.

Seperti diketahui Golkar sendiri ketika menyebut nama Sachrudin sebagai calon yang bakal diusung belakangan kendur. PDI-P dengan sepuluh kursi perwakilan di DPRD sejatinya memang bisa melenggang tanpa koalisi untuk mengusung pasangan calon. (deden/redaksi)

Disarankan
Click To Comments