Jelang Tahun Baru KPPU Awasi Kongkalingkong Pengusaha Komoditas Pangan

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Untuk memastikan tidak ada kongkalingkong supaya pasokan 11 komoditas pangan strategis aman saat hari Natal dan tahun baru, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyambangi Rumah Potong Hewan (RPH) Karawaci, Kota Tangerang dan Semanan, Jakarta Barat.

Selain memantau pergerakan harga daging sapi, KPPU juga melakukan pemantauan terhadap 10 komoditas barang kebutuhan rumah tangga lainnya seperti beras, minyak curah, gula pasir, cabai, bawang merah, bawang putih, kedelai dan terigu.

Syarkawi Rauf, Ketua KPPU, mengatakan, salah satu tujuan mendatangi sejumlah tempat rumah potong adalah untuk menjaga supaya pasokan serta harga komoditas pangan strategis menjelang natal dan tahun baru nanti agar tetap stabil.

“Kami dari KPPU telah melakukan pola pengawasan baik dari produksi maupun distribusi hulu sampai hilir,” jelas Syarkawi, Selasa (12/12/2017) di RPH Karawaci.

Lanjut dia, pihaknya telah memetakan adanya potensi ganguan, sebab ini menjadi fokus KPPU. Pasalnya dalam menjalankan kegiatan bisnisnya mereka juga kerap kedapatan melakukan kongkalingkong menimbun komoditi kebutuhan pangan.

“Biasanya gangguan tersebut berupa menahan pasokan, mereka para oknum pengusaha melakukan penimbunan. Bisa juga mereka secara bersama sama, yakni para pelaku usaha mengurangi pasokan ke pedagang di pasar, sehingga komoditas pangan strategis itu menjadi langka dan otomatis harganya menjadi melambung,” ujarnya.

Selain itu, kata dia KPPU telah melakukan identifikasi terhadap pelaku-pelaku usaha yang melakukan penahanan pasokan. Sekarang ini mereka kerap melakukan upaya curang.

“Malam ini, di RPH Karawaci pasakoannya cukup baik dan stabil, kalau seandainya ada kenaikan, paling itu hanya dikisaran 30 persen,” imbuhnya.

Sementara Karnadi pemilik RPH Karawaci mengatakan, lonjakan harga daging sapi pada hari natal dan tahun baru tidak seperti hari raya lebaran.

“Kalau hari raya lebaran, lonjakan harga komoditas pangan strategis bisa mencapai 200 bahkan 300 persen, sedangkan kalau diakhir tahun lonjakan harganya hanya sekitar 30 paling tinggi 50 persen saja,” ungkap Karnadi.

Lanjut dia, pasca hari raya Idul Adha lalu hingga saat ini, harga bukan melonjak tetapi mengalami penurunan dari Rp42. 500.000 menjadi Rp40.150.000 untuk sapi hidup.

“Harga daging sapi ecerab di pasar memang bervariasi, untuk daging kualitas rendah harganya Rp80.000 ribu, sedangkan untuk kualitas bagus harganya Rp125.000. Di sejumlah pasar memang harga komoditas pangan strategis termasuk daging sapi memang bervariasi,” tandas Karnadi. (aputra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jazuli Abdilah ICMI Kota Tangerang