kanal partai gerindra

Antisipasi Membandel, Satpol PP Kota Tangerang Nge-Pam di Lokasi PKL Perbatasan DKI

Lantaran dinilai mengganggu hak pengguna jalan dan K3, belasan pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan dagangannya di bahu Jalan Daan Mogot, Batu Ceper akhirnya terpaksa diamankan petugas Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Tangerang, Selasa (25/4).

Dikabarkan, keberadaan PKL diakui pihak Satpol PP memang berada di wilayah perbatasan antara Pemprov DKI Jakarta dan Kota Tangerang. Dalam razia itu, tercatat sebanyak 14 PKL yang terjaring, petugas juga saat itu menyita KTP masing pedagang karena dianggap telah melanggar ketertiban, keindahan dan kebersihan (K3).

Mereka (pedagang, red) sebelumnya sudah diberitahukan bahwa keberadaan usahanya di lokasi tersebut telah melanggar Perda No 6 Tahun 2011 Tentang Ketertiban Umum, kata Mumung Nurwana, Kasatpol PP Kota Tangerang saat di hubungi Pena Merdeka.

“Sudah beberapa kali ditertibkan oleh tim gabungan Pol PP, Dishub, pihak Kecamatan dan Polsek Batu Ceper. Beberapa waktu lalu mereka sudah kita jaring, bahkan 22 unit kendaraan kita kandangin (amankan, red), ” katanya menjelaskan.

Lalu kata Mumung, mereka juga di proses tindak pidana ringan karena terbukti melakukan pelanggaran.
Namun disayangkan pihaknya, mereka masih membandel tidak jera sehingga terpaksa Satpol PP melakukan razia penertiban kembali.

Untuk mengantisipasi supaya mereka tidak mangkal kembali, Satpol PP Kota Tangerang menurunkan petugas di tersebut.

“Sekarang Satpol PP nge-pam dilokasi itu setiap hari. Karena mereka PKL yang bandel kerap mangkal pada sore hari, maka sebanyak 35 petugas Satpol PP dan Linmas sudah stanby dari pukul 17:00 sampai 22:00 Wib,” tandasnya. (wahyudi/yuyu)

Zulfikar Demokrat
Baca Berita Lainnya
Puji Rahman Hakim Perindo

Komentar telah ditutup.

Nullam dolor. tristique ut dolor in at dapibus Lorem non