Zulfikar Demokrat

Ini Lima Cara Jitu Memilih Kuliah

Pasca Ujian Nasional dilakasanakan, pastinya banyak siswa yang kan melanjutkan studynya, yakni kuliah.

Yaa kuliah itu adalah sekolah lanjutan yang bakal kita tempuh setelah lulus SMA. Well, sekedar sharing pengalaman masa SMA hingga bangku perkuliahan nih.

Di masa putih abu-abu (SMA), kita benar-benar galau tingkat tingi ketika mendekati pengumpulan berkas SNMPTN. Nah, kita pada sibuk mondar-mandir ke BK untuk bimbingan universitas dan jurusan mana yang sebaiknya kita pilih.

Sampai-sampai mungkin guru BK kita hafal dengan wajah kita. Namun, tetap saja keluar dari sana bukannya semakin mantap malah semakin goyah. Ini nih beberapa tips yang mungkin cocok buat kamu.

1. Kamu Masuk Sana Gara-gara Gengsi?

Duh, yang satu ini wajib dihindari. Yang namanya gengsi itu sesat bin menjerumuskan. Biasanya nih gara-gara gengsi segede langit kita nekat masuk ke sebuah PTN ternama hanya karena melihat “wow” pada cerita-cerita orang. Hanya karena membayangkan betapa kerennya diri ini jika berfoto menggunakan jas almamaternya. Salah besar! Saya pribadi pernah gagal di SNMPTN gara-gara mengikuti ego sendiri.

2. Milih Jurusan Tidak Sesuai Minat

Hmm… Masih didasari atas gengsi atau mungkin ada faktor lainnya seperti prospek masa depan yang lebih cerah dll. Banyak di antara kita, terutama anak IPA nih galau bin mumet jika harus milih jurusan. Apalagi doktrin harus menjadi mahasiswa kedokteran, dan teknik mulai mewabah di pikiran anak-anak IPA dan tertanam kuat.

Sayangnya terkadang apa yang diinginkan tidak sejalan dengan minat kita. Jika tidak sejalan dengan minat tapi kita mampu meraihnya, hal yang bisa terjadi adalah selama perkuliahan kita akan terseok-seok. Namun, jika tidak sesuai minat dan kita tidak mampu meraihnya (hanya berdasarkan kementerengan jurusan tersebut) yaa wassalam.

3. Masuk Sekolah Karena Mengikuti Teman

Biasanya kita, bagi yang sudah pacaran akan sulit untuk melepas pacarnya jauh dalam perantauan, maka diusahakan agar mereka bisa satu universitas. Salah besar! Saya ya saya, kamu ya kamu. Tidak ada namanya kita. Toh, kalian belum tentu menikah dengan pacar kalian sekarang kan? Jangan terlalu mengagungkan cinta, karena cita-cita yang akan menuntun kalian menuju cinta dengan sendirinya.

Trust me! Pengalaman pribadi ya, pernah dulu masuk sekolah gara-gara mengikuti seseorang. Yaa kita sama-sama diterima di sekolah tersebut, tapi Allah ternyata membelokkan jalan cerita. Tiba-tiba terdengar kabar bahwa dia diterima di sekolah lain di luar kota dan mengambilnya. Apa gak nyesek tuh?

4. Nilaimu Lolos tapi Gak tahu Jurusan Apa Itu

Nah ini, sewaktu SNMPTN/SBMPTN biasanya diberi 3 pilihan prodi. Beberapa di antara kita karena saking ngebetnya masuk universitas yang jadi inceran, eh malah memasukkan jurusan yang benar-benar dia tak tahu apa itu. Jika diterima pun, ketika ditanya mereka pasti akan menjawab tidak tahu tentang jurusan yang dia ambil tersebut, yang terpenting bagi mereka adalah diterima di universitas tersebut. Ironi bukan? Dan belum lagi 4 tahun masa kuliah akan dilalui dengan merana.

5. Orangtua Memaksa

Pilihan memang ada di tanganmu. Orangtua sebenarnya mengarahkan. Tidak selamanya orangtua bisa kamu anggap memaksakan kehendak. Orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya. Namun, jika kamu memang benar-benar tidak sejalan dengan pemikiran orangtua, kamu bisa. (redaksi)

Puji Rahman Hakim Perindo
Baca Berita Lainnya

Komentar telah ditutup.

dictum id id libero. fringilla ut