Persiapan mudik pada Idul Fitri 1437 Hijriah Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar meminta masyarakat untuk memilih moda transportasi yang aman.

Pasalnya kata Boy Rafli untuk mengurangi angka kecelakaan saat masyarakat berduyun duyun pulang kampung. Apalagi perjalanan panjang dengan menggunakan roda dua dimana masyarakat kerap membawa anak dan istri dalam kendaraan sepeda motor tersebut.

“Jadi, pilihlah moda transportasi yang paling rendah risikonya walaupun tentu berkaitan kecelakaan tidak dari roda dua saja,” ujar Boy seperti dikutip kompas.com di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (14/6) malam.

Mengantisipasi itu, banyak sekarang ini dari pemerintah dan swasta mengadakan program mudik gratis untuk menekan jumlah pemudik yang pulang ke kampungnya dengan menggunakan sepeda motor.

Pemudik yang membawa barang-barang terlalu banyak bisa membahayakan dirinya jika tetap menggunakan motor.

“Sepeda motor disalahgunakan dengan penumpangan berlebih dan muatan,” kata Boy.

Boy mengatakan, untuk jarak tempuh yang lebih dari setengah hari, pemudik disarankan untuk memilih moda transportasi bus, kereta, atau kapal yang juga difasilitasi gratis oleh Kementerian Perhubungan.

Jika tidak, hal itu akan berbahaya bagi keselamatan pengemudi karena turunnya daya tahan tubuh dan konsentrasi, apalagi jika berkendara saat berpuasa.

Nantinya akan didirikan pos-pos yang tersebar merata di sejumlah daerah untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pemudik.

“Apakah dia mengonsumsi alkohol atau tidak, itu juga sangat bagus. Menggunakan narkoba atau tidak, itu juga sangat bagus,” kata Boy.

Pada Operasi Ramadhania 2016 ini Polri mulai menggelar pengamanan di sepanjang jalur mudik di Indonesia.

Menurut Boy Rafli pihaknya melakukan kegiatan itu pada 1 hingga 15 Juli 2016. Dan jumlah personil yang akan diturunkan sebanyak 92.000 orang. (sarinan/dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *