Adanya tumpukan sampah di wilayah Gebang Raya Kecamatan Priuk, Kota Tangerang yang diberitakan sebelumnya bahwa di dua SD swasta mengalami penurunan minat siswa baru hingga 30%.

Di lokasi itu juga terdapat Kantor Kecamatan Periuk, Kantor Urusan Agama(KUA), serta Kantor Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pendidikan Dasar (Dikdas) yang notabene milik Pemkot Tangerang.

Eef Rusli Hasan Sekretaris Kecamatan Periuk, Kota Tangerang mengatakan, persoalan menumpuknya sampah di TPS disebabkan karena lambatnya armada pengangkut sampah.

Padahal pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang untuk lebih sering mengangkut sampah yang ada di lokasi itu.

Makanya kata Eef, rencananya Kecamatan Periuk akan merelokasi TPS itu. Diakuinya memang lokasi itu dianggap telah mengganggu lingkungan.

“Tempat pembuangan sampah itu akan direlokasi ke samping Kecamatan Periuk. Tepatnya persis di belakang KUA Kecamatan Periuk. Sekarang ini di lokasi itu sedang dibuat landasan,” tandasnya.

Kepala SD Fellysia, Lipaber Tampubolon (43) kepada Pena Merdeka sebelumnya sudah mengeluhkan tumpukan sampah persis dekat dengan sekolahnya. Pasalnya kata dia, dari baunua saja dirasakan sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah yang ia pimpin.

Lipaber beralasan bau busuk itu berasal dari sampah yang tidak diangkut hingga berhari hari. Karuan saja sampah itu menumpuk, Sabtu (18/6).

Efek yang dirasakan langsung adalah ketika pas tahun ajaran baru, peminat siswa baru yang ingin mengenyam pendidikan di sekolahnya menurun hingga 30%.

Ia juga menyebutkan, apalagi jika di musim penghujan ini baunya sangat mengganggu sekali. “Lokasi tempatsempat bersih pas walikota datang saja. Tapi setelah itu kondisinya kembali seperti semula,” ucapnya.

Hala sama juga diungkapkan oleh Kepala SD Penerus Bangsa, Jenjen Marini. Ia menyatakan imbas dari tumpukan sampah dan bau busuk yang menyengat dilingkungan sekolahnya berdampak penurunan minat siswa baru untuk belajar di sekolahnya. (yuyu)
Gambar: Ilustrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *