Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Saat Razia Rumah Makan Satpol PP Kota Tangerang, Pria Ini Mendadak Salting

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Bukan tanpa pasal untuk (AP), adalah salah seorang karyawan di salah satu ruko kawasan Modernland, Kota Tangerang yang tidak dapat menyembunyikan rasa malunya. Sebab lantaran dia kedapatan sedang menyantap makan siang saat petugas Satpol PP Kota Tangerang melakukan razia rumah makan.

Peristiwa menggelikan itu terjadi pada Kamis  (24/5/2018) kemarin. Dia yang semula lahap menyantap lauk pauk dan nasi yang dipesannya, tetapi mendadak bangun dari tempatnya duduk. Lantas segera meninggalkan warung makan tersebut beranjak pergi

Namun karena saking tergesa-gesanya karena ada razia rumah makan saat Ramadhan, AP rupanya lupa membayar makan yang sudah separuh dihabiskannya. Sang pedagang karena tak mau rugi sontak mengejar AP supaya segera membayar menu yang sudah dipesannya.

“Mas bayar ini dulu,” kata penjual sate yang sehari hari membuka kiosnya di belakang Ruko Modernland, Kota Tangerang.

AP yang sudah terlanjur malu tersebut, segera mengeluarkan uang pecahan lima puluh ribunya. Dan karena tak tahan menahan malu langsung meninggalkan penjual makan tersebut meminta uang kembalian.

“Udah ambil aja kembaliannya,” kata AP seraya meninggalkan penjual tersebut.

Bukan hanya AP, pada penertiban razia rumah makan itu pun juga terlihat puluhan pengunjung warung makan lainnya ikut berhamburan keluar meninggalkan hidangan yang sedang disantapnya.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Tangerang Gufron Falfeli mengatakan pihaknya akan terus menggelar serangkaian penertiban untuk menciptakan kenyamanan dan  Kekhusyuan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kita sudah diarahkan Kepala Satpol PP untuk memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, dan aturan yang mengatur jam buka rumah makan sudah disebarkan,” kata Gufron kepada wartawan, Kamis (24/5/2018).

Menurutnya, kendati dalam razia rumah makan telah kedapatan buka pada jam yang tidak ditentukan, pihaknya hanya mendata pemilik rumah makan tersebut untuk tidak lagi membuka warung makannya sebelum waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah kota tangerang.

“Kita tetap mengedepankan sisi humanis, kita hanya mendata pemilik warung makan tersebut untuk tidak lagi buka. Kalau dilanggar lagi kita tidak akan segan – segan memberikan sanksi menyita lapak yang mereka gunakan berjualan,” tandasnya. (yuyu)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan