Maxi Nahak Belu Rodigers (32), petinju dari Sasana Sasando Boxing Camp Kota Tangerang, berhasil merebut gelar Sabuk WBC Internasional Kelas Menengah (72,5 Kg). Secara pribadi ia begitu sumringah sesampainya di tanah air.

Sayangnya Maxi Nahak yang tercatat sebagai anak asuh dari Julfren Saragih kendati sudah menghararumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional lolos dari perhatian pemerintah.

Maxi Nahak meraih kemenangan meyakinkan dengan meng-KO petinju asal Korea Selatan, Eun Chang Lee di ronde ketiga, di Grand Ballroom Millenium Seoul Hilton, Korea Selatan, Minggu (17/7/2016) lalu.

Dalam laga itu, Maxi Nahak yang berasal dari NTB Kupang padahal tidak diunggulkan tetapi ia tidak memberi kesempatkan kepada lawannya.

“Butuh perjuangan yang luar biasa untuk bisa merebut gelar juara. Namun berkat tekad semua itu tidak ada yang mustahil. Terbukti, semula Maxi tidak diunggulkan, tapi akhirnya berhasil membungkam tuan rumah Korea Selatan dengan memukul K.O Lee di ronde ketiga,” ujar Maxi saat menginjakan kaki di tanah air di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Senin (18/7/2016) malam.

Dikatakan Maxi persiapan menghadapi petinju Lee sangatlah singkat. Maxi menyebut kemenangan ini adalah kemenangan bersama dan berkat dukungan dari rekan se-profesi.

“Semua tidak ada yang tidak mungkin. Latihan dan kerja keras. Jangan memandang remeh lawan, prestasi dapat kita raih dan kemenangan ini adalah berkat support dari teman – teman,” pungkas petinju dengan postur tubuh 170 Cm tersebut.

Yaa..prestasi yang membanggakan tentunya akan membawa nama baik Negara Indonesia di kancah Internasional, namun sungguh ironis kedatangan Maxi ke tanah air hanya di sambut oleh orang atau kerabatnya saja tanpa sambutan dari induk organisasi olah raga tinju di Indonesia. Terkait dari penyambutan saja merupakan contoh kecil yang seharusnya jadi cerminan pengurus tinju Indonesia bahwa insan olahraga seperti Maxi harus diperhatikan.

Minimnya sambutan dari pemerintah membuat Mantan Atlet Tinju Nasional, Rio Saragih miris dan menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan tutup mata terhadap olah raga keras tersebut.

“Kami sangat menyayangkan Pemerintah yang tidak memberikan support dan sambutan bagi petinju tanah air,” keluh Rio. (agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *