Kasus PDI-P Kota Bogor dan Media Radar, Ini Penjelasan PDI-P Jawa Barat

KOTA BOGOR,PenaMerdeka – Buntut intimidasi yang dilakukan kader DPC PDI-P Kota Bogor kepada media Radar Bogor akhirnya menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan. Setelah sebelumnya bersihtegang lantaran adanya pemberitaan yang dianggap menyudutkan partai besutan Megawati Soekarnoputri.

“Jadi yang sudah selesai tadi siang alhamdulilah, sudah ketemu dengan Komisaris Radar Bogor. Sudah ada titik temu, pertama mengklarifikasi tidak ada tindak kekerasan terhadap awak media Radar,” ujar Sekretaris DPD PDIP Jabar, Abdy Yuhana, di Kantor DPD PDIP Jabar, Jumat (1/6/2018) malam.

Dalam kesempatan itu dia juga menyampaikan, selain kader PDI-P Kota Bogor hadir juga Kapolsekta setempat. Kami bertemu dan sudah ada titik temu menyelesaikan secara kekeluargaan.

Abdy mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh beberapa kader PDIP terjadi secara spontan dan tanpa dikoordinir oleh DPD Jabar ataupun DPC Kota Bogor.

Walaupun begitu DPD PDIP Jabar juga sudah menyampaikan keberatan kepada dewan pers dan ke Radar Bogor sendiri.

Terkait adanya tindak intimidasi dari kader PDI-P Kota Bogor pihaknya menyayangkan meskipun membantah terjadi pemukulan terhadap awak media.

Namun, Abdy juga menyadari bahwa apa yang ditulis oleh Radar Bogor tentang Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, memang tendensius.

Seperti diketahui, kader PDI-P merasa keberatan terhadap berita utama Radar Bogor berjudul “Ongkang-Ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta yang terbit pada tanggal 30 Mei 2018.

Sebelumnya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengutuk dan meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera memerintahkan jajarannya mengusut tuntas para pelaku kekerasan terhadap staf dan pengrusakan kantor media Radar Bogor di Jalan KH. Abdullah Bin Nuh, Curug Merak, Kota Bogor.

Diketahui, Penggerudukan menggunakan kekerasan yang dilakukan oleh anggota PDI-P Kota Bogor, pada Rabu (30/5/2018) kemarin, LBH Pers menuding akibat perbuatan tersebut sudah melanggar hukum dan mengancam kebebasan Pers.

Nawawi Bahrudin, Direktur Eksekutif LBH Pers dalam siaran Pers tertulisnya kepada PenaMerdeka.com menegaskan, Kantor Radar Bogor didatangi oleh sekolompok massa yang mengatasnamakan dari PDI-P berjuluk kota hujan tersebut .

“Mereka datang sambil marah-marah, membentak dan memaki karyawan, bahkan mengejar staf melakukan pemukulan, merusak properti kantor. Aksi kekerasan yang dilakukan oleh kader PDIP ini berawal dari keberatan headline yang berjudul Ongkang-ongkang kaki dapat Rp 112 Juta,” terang Nawawi, Kamis (31/5/2018).

Dia melanjutkan, pihaknya mengecam tindakan premanisme PDI-P Kota Bogor yang mengakibatkan intimidasi terhadap staf Radar Bogor serta pengerusakan alat-alat kantor lainya. (zaenudin)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah