Kasus Penebangan Ratusan Pohon Warga Tenjo Dilaporkan ke Polisi

BOGOR,Penamerdeka – Merasa dirugikan karena ratusan pohon yang ditanam di lahan miliknya ditebang sekelompok orang. Atmajaya (65) warga Rt 006/002, Desa Cilaku, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Parungpanjang, Bogor.

Armajaya kepada penamerdeka.com menyebutkan, ia kaget bukan kepalang, pasalnya dia belum pernah menyuruh orang untuk menebang pohon dilahan miliknya.

Dalam laporan bernomor B/118/STPL/V/2018/Sektor Parungpanjang, kronologinya berawal saat ia pulang dari pasar mengendarai sepeda motor melewati tanah milik orang tuanya yang kebetulan lokasinya di pinggir jalan, Atmajaya melihat segerombolan orang menebang ratusan pohon miliknya.

Saat itu ia mengaku tidak berani menegur, setelah tiba di rumah, lantaran kedua orangtuanya sudah wafat, ia menanyakan kejadian tersebut ke adik kandungnya,Wati (63) Asiah (63).

“Saya kaget mas, pas pulang dari pasar saya lihat di tanah itu banyak orang yang menebang pohon. Mereka menebang seenaknya, saya gak tahu,” ucap Atmajaya, Selasa (29/5/2018).

Setelah mendapat kabar dari Atmajaya sontak kedua adiknya pun kaget, sebab mereka berdua juga tidak pernah merasa menyuruh menebang ratusan pohon di area lahan itu, setelah merasa yakin bahwa pihak keluarga tidak ada yang menyuruh untuk menebang ratusan pohon yang ada di lahan itu.

lantas Atmaja berinisiatif melaporkan kasus tersebut ke polisi. Dalam kesempatan itu Asiah dan Wati adik kandung menjelaskan, tanah itu disebutkannya milik almarhum ayahnya (Ahyani Bin H Arba) seluas 7819m2.

Dengan No pesil 169, Nop.32.03.261.006.000.-1506.7. ia juga menyebutkan bahwa lahan bukan tanah Adat, tetapi tanah garapan yang sudah digarap sejak tahun 1950.

“Letaknya di Desa Tenjo Kecamatan Tenjo dan belum pernah kami jual belikan. Orang tua saya pun juga belum menjuanya,” kata Asiah.

Ditambahkan Wati adik nomor dua Atmajaya sepakat melaporkan kasus penebangan pohon ini ke polisi. Ada sebanyak lebih dari 100 pohon yang ditaman di area tanah itu.

“Kok tiba tiba mereka senaknya menebang ratusan pohon tanpa permisi. Yang lebih aneh lagi di tanah kami ada yang pasang patok pembatas tanah, seakan itu tanah mereka, tapi kami sekeluarga dibantu tetangga sudah mencabut patok patik pembatas,” ucap Wati. (zaenudin)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah