Raperda Asset Fasos Fasum Bakal Dibahas, Pemkot Libatkan PN

Yati Rohayati, Ketua BPP DPRD Kota Tangerang (asset daerah)

PenaMerdeka – Rancangan Peraturan Daerah soal penataan asset sudah masuk di Badan Pembentukan Perda (BPP) DPRD Kota Tangerang. Pembahasan Raperda inisiatif dewan kini tinggal menunggu kajian akademis. Pemkot Tangerang akan menindak secara hukum jika property tidak mengindahkan ketentuan.

Kebutuhan pendidikan terutama untuk membangun gedung baru kata Yati Rohayati, Ketua BPP DPRD Kota Tangerang diakui sangat diperlukan.

Namun menurutnya, kendala pemanfaatan lahan fasos fasum saat ini menjadi pertimbangan DPRD untuk menatanya. Maka dari itu, pembahasan Raperda yang akan dimulai pada tahun 2016 ini selain akan mengatur peralihan asset antar daerah yakni antara Kabupaten dan Pemkot Tangerang, juga akan mengatur soal peralihan asset fasos dan fasum pengembang perumahan.

Kata politisi PPP yang juga duduk di Komisi II DPRD Kota Tangerang ini menambahkan, pembahasan Perda tersebut membutuhkan kajian akademis dan praktisi atau pihak eksekutif yang terkait.
“Jadi Perda yang akan dibahas kita nanti ini harapannya bisa berdaya guna bagi masyarakat, kalau kota yang kecil jika penanganannya dilakukan dengan benar maka pemanfaatannya bisa menguntungkan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Syaipul Rohman Asisten Daerah (Asda) 1, Kota Tangerang soal asset yang akan diberikan oleh property dan menjadi milik pemkot kedepan akan membentuk tim, pasalnya diakui olehnya bahwa penanganan soal asset harus lebih pro aktif.
“Kita serius menangani soal asset milik pemkot. Karena kebutuhannya sangat mendesak jika ada pembangunan public seperti Pos Yandu ataupun pembangunan sekolah,” katanya.

Raperda yang akan dibahas nanti kata Syaipul bahwa sejatinya juga karena ada intruksi penyesuaian dan penyempurnaan dari Peraturan Presiden (PP) 27 Tahun 2014 dan Permendagri. Meskipun kata Syaipul kita sudah mempunyai Perda Tahun 2007 soal pengelolaan asset.

Terkait dengan adanya pengusaha property yang akan dan belum menyerahkan asset kita akan melakukan langkah cepat. “Kita akan pro aktif, sebelum mereka menyerahkan asset, pemkot akan meminta datanya supaya kedepan lahan yang peruntukannya untuk fasos fasum bisa dimiliki.

Karena mereka harus menyerahkan asset tersebut. Jika tidak dilaksanakan kami akan bekerja sama dengan pihak Pengadilan Negeri (PN) supaya bisa ditindak secara hukum,” ujarnya.
Begitu juga dengan asset yang sampai saat ini belum diserahkan oleh property kami akan melakukan langkah hukum jika belum diserahkan.

Ia melanjutkan, kami juga sudah menginventarisir semua asset yang seharusnya menjadi milik kita. Pasalnya, pemkot akan giat membangun fasilitas publik maka dari itu kami menginventarisir dan membangun aturannya secara detail. (Red PM)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah