KABUPATEN BEKASI,PenaMerdeka – Pada musim kemarau yang melanda saat ini membuat masyarakat untuk lebih hati-hati dalam menjaga kesehatan dan waspada terhadap penyebarannya penyakit.

Saat ini, penyakit pernafasan terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi ancaman. Diketahui, ribuan masyarakat di Kabupaten Bekasi menderita penyakit ini.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, sampai bulan Agustus ini tercatat sebanyak 32.911 balita yang menderita penyakit ISPA akibat musim kemarau. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai hingga 29.758 orang.

Sedangkan, untuk jenjang usia di atas lima tahun di tahun lalu mencapai 95.397 suspek dan sampai pertengahan tahun ini jumlahnya tercatat sebanyak 45.763 penderita.

Sri Enny Mainiarti, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mengatakan, kondisi cuaca seperti ini yang panjang patut diwaspadai masyarakat. Sebab, penyakit pernafasan ISPA masih menjadi ancaman utama.

“Kurangnya asupan air dan juga suhu udara yang meningkat membuat lingkungan kering, hingga menyebabkan penyakit seperti ini,” terangnya.

Menurutnya, debu juga menjadi salah satu penyebab penyakit seperti ini. Apalagi, berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup polusi debu sudah melebihi baku mutu.

“Ditambah kekeringan melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bekasi tak hanya berdampak pada minimnya stok air bersih tetapi juga berpotensi memunculkan berbagai macam penyakit,” cakapnya.

Sri menambahkan, selain gangguan yang menyebabkan saluran pernafasan, ancaman lainnya terdapat penyakit kulit. Meskipun tak ada peningkatan jumlah kasus, segala kewaspadaa harus tetap dilakukan.

“Yang patut, warga harus mewaspadai sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan. Seperti di Kecamatan Cibarusah, Bojongmanggu dan juga wilayah Utara Kabupaten. Warga harus waspada di musim kemarau ini,” tandasnya. (ewwy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *