Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Saat Patah Hati, Ini yang Terjadi Pada Otak Anda!

44

JAKARTA,PenaMerdeka – Ditinggal oleh pasangan atau seseorang yang Anda cintai, secara umumnya pasti Anda patah hati dan tidak sanggup menahan kesedihan.

Hal ini pun bisa menimbulkan penyakit bagi mental seseorang. Lebih dari itu, ternyata juga berakibat kepada rasa sakit fisik yang dapat dijelaskan secara ilmiah.

Rasa sakit yang timbul saat patah hati menyebabkan otak mengalami perubahan-perubahan yang tertentu. Yuk! Simak ulasanya yang sudah disiapkan oleh PenaMerdeka.com untuk Anda;

1. Perang antar bagian otak satu dengan yang lain

Penelitian mengungkapkan bahwa ketika sedang terjadi hal ini, banyak bagian otak yang cenderung tertantang dan bekerja secara signifikan agar segera menemukan pemecahan masalah patah hati tersebut.

Misalnya, bagian korteks depan orbital bekerja mengendalikan emosi serta pembelajaran dari masa lalu. Kebalikannya, pada bagian otak yang lain mungkin berusaha memicu melakukan hal-hal ekstrem seperti meratapi diri berlebihan, ataupun melampiaskan emosi dengan jalan negatif.

2. Meningkatnya aktivitas otak yang mencatat rasa nyeri fisik

Rasa sakit secara emosional pada manusia terutama saat seperti itu ternyata sama dengan rasa sakit atau nyeri fisik yang parah. Penelitian menyatakkan pemindaian fMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging) yang mendeteksi perubahan aktifitas otak yang berkaitan dengan aliran darah.

Hasilnya, pada mereka yang baru putus cinta ditemukan peningkatan aktifitas otak terutama bagian anterior cingulate cortex, yaitu di bagian yang bekerja terutama pada saat kita mengalami sakit fisik.

3.Otak dengan sendirinya terprogram untuk move on

Memang dampaknya tak melulu buruk. Walaupun tak banyak, tetapi ada salah satu dampak positif yang terjadi pada tubuh kita ketika mengalami putus, yakni otak menjadi terancang untuk melakukan move on dari masa-masa sulit dalam hidup dengan sendirinya.

Hal itu berarti, walaupun tidak secara instan, namun semua orang yang dalam masalah ini pasti bakal pulih dan bangkit seiring berjalannya waktu.

Jadi, Anda tak perlu terlalu khawatir. Ketika patah hati, tetap kedepankan akal sehat dan pikiran yang sangat jernih. Tak ada yang bisa mengendalikan kebahagiaan kecuali diri kita sendiri. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...