Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Wagub: Pemprov Banten Tanggap Soal Antisipasi Kasus Kekerasan Perempuan & Anak

46

BANTEN,PenaMerdeka – Angka kasus kekerasan perempuan dan anak di Provinsi Banten disebutkan belakangan ini tercatat mengalami penurunan.

Menurut Andika Hazrumy, Wakil Gubernur Banten, pada tahun 2014 angka pengaduan kasus kekerasan pada kaum hawa dan anak itu dikabarkan tercatat 4 kasus. Sementara pada tahun 2017 terdapat 1 kasus, dan hingga September 2018 tidak ditemukan pengaduan maupun penemuan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Buktinya sekarang (kasus kekerasan perempuan dan anak anak, red) turun dari tahun ke tahun,” kata Wagub saat acara Sosialisasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) Tahun 2018 Oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI di Alun-alun Barat Kota Serang, Minggu (23/09/2018).

Wagub menambahkan, Provinsi Banten memiliki peran penting dalam mata rantai perdagangan manusia.

“Peran penting itu berdasar karena menjadi tempat transit bagi perdagangan orang itu sendiri. Bandara Internasional Seokarno-Hatta menjadi titik pelaku perdagangan manusia untuk masuk dan keluar negeri,” ucap politisi Golkar ini.

Artinya kata dia, Pemerintah Provinsi Banten tanggap mengantisipasi kasus kekerasan perempuan dan anak. Pemprov membentuk satuan tugas guna untuk menjaga titik-titik rawan perdagangan manusia seperti di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang kebetulan berada di Tangerang wilayah Banten.

“Apalagi sekarang didukung Peraturan Daerah Nomor 9 tahun 2014 tentang Perlindungan perempuan dan anak terhadap tindak kekerasan,” tandas Andika. (abdul)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...