Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Jawaban Menohok Gubernur WH Soal Protes Nyinyir Proyek Penataan Kawasan Banten Lama

81

BANTEN,PenaMerdeka – Sejumlah pihak yang menyebut penataan kawasan Banten Lama telah menyalahi ketentuan menurut Gubernur Banten salah alamat. Belakangan memang dikabarkan muncul protes saat proyek revitalisasi sudah bergulir.

“Ini sangat aneh cenderung tendensius atas program Pemprov Banten yang sudah berjalan. Malahan bereaksi pas tahapan yang pertama sudah dirampungkan,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim (WH), di Kota Serang, Rabu (10/10/2018).

Sebab, saudara Firdaus Gozali dan Mukodas Syuhada selaku Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang sekarang kerap mencecar protes soal proyek penataan kawasan Banten Lama sebelumnya sudah dikonfirmasi duduk bareng.

“Beberapa kali hadir (Firdaus dan Mukodas,red) dalam rapat bersama dengan tim penataan. Tidak ada pernyataan ataupun penolakan,” kata mantan Walikota Tangerang itu

Dalam catatan rapat yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten kata WH prinsipnya dinyatakan bahwa saudara Firdaus Gozali dan Mukoddas Syuhada mendukung revitalisasi kawasan Banten Lama.

Semuanya sudah dimintai pendapat termasuk Balai Pelestarian Purbakala (BP3) Serang. Dan menurut WH, agenda rapat pembahasan penataan kawasan Banten Lama juga digelar di BP3 Serang.

Ditambahkannya, tidak juga dalam agenda rapat dimunculkan status kepemilikan lahan seseorang lantaran status tanah di kawasan itu tanah negara atau kesultanan.

“Jadi kalau sekarang ada yang mengklaim lahan di kawasan milik kesultanan secara pribadi yang sudah ada sertifikat, maka pertanyaannya apakah mungkin di wilayah kesultanan itu ada tanah – tanah atas nama pribadi? Kita (Pemprov) dari pembahasan selama tidak mengantongi laporan itu,” ucapnya.

Sepanjang proses sebelum proyek dilaksanakan tidak ada pengaduan atau klaim kepemilikan pribadi di atas lahan itu. Saat itu tidak pernah ada juga dimunculkan kepemilikan pribadi yang disertai bukti- bukti otentik.

Yang menjadi pertanyaannya juga bahwa di sekitar Masjid di Banten Lama itu sudah di paving block beberapa tahun ke belakang, dan selama itu juga tidak ada gugatan atau pernyataan protes pemasangan paving block yang bukan dilakukan oleh Pemprov Banten.

“Tapi sekarang kenapa penataan kawasan Banten Lama yang dilakukan oleh Pemprov Banten harus diprotes,” ungkap gubernur.

Ia melanjutkan, tanah-tanah di sekitar kawasan Banten Lama juga ditempati oleh para pedagang yang sejak lama menempatinya, tapi tidak ada yang mempertanyakan atau menggugatnya.

“Kemudian sungai di sekitar Banten Lama juga sangat kotor, bau, banyak sampah dan berlumpur, selama ini sudah bertahun-tahun tidak ada yang mengusik,” ujarnya.

Revitalisasi Banten Lama karena juga untuk juga mengakomodir kejayaan Banten. Sebab tidak sedikit masyarakat pengunjunb mengeluhkan atas tidak tertatanya lokasi wisata religi itu.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut juga dari berbagai aspek dengan ini gubernur banten ingin mengembalikan kejayaan Banten dan merawat serta menata kawasan Banten Lama menjadi lebih bermartabat.

“Jadi kita mestinya siap menjaga, memelihara dan melestarikan budaya untuk memberikan kenyamanan bagi peziarah,” kata WH menegaskan.

Mereka yang menolak atau menganggap penataan kawasan Banten Lama susah menghilangkan situs-situs bersejarah tidak relevan.

“Namanya juga revitalisasi kan tidak merubah. Tidak ada yang dirubah ataupun dibongkar. Penataan ini bentuk penghargaan kita terhadap jutaan tamu yang setiap tahun datang berziarah dan berdo’a di Makam Sultan yang sangat kita hormati,” tandasnya.(*redaksi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...