Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Buntut Ngambeknya Sopir Truk, Zaki Pimpin Razia Penegakan Perbup

0 221

KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Bupati Ahmed Zaki Iskandar memimpin Razia penegakan Perbup (Peraturan Bupati) 47 Tahun 2018 di perbatasan jalan raya Malang Nengah, Kabupaten Tangerang-Parung Panjang, Bogor, Selasa (18/12/2018).

Razia tersebut dilakukan karena masih adanya truk bertonase berat yang melanggar aturan pembatasan jam operasional yaitu pukul 22:00-05:00 WIB yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang pada 14 Desember 2018 lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, sehari setelah diberlakukannya Perbup 47 2018, puluhan sopir truk melakukan aksi penolakan dengan cara memarkirkan mobil truknya disepanjang jalan Malang Nengah-Legok hingga membuat kemacetan.

Zaki mengatakan, Perbup 47 Tahun 2018 dikeluarkan bukan untuk melarang, tetapi hanya untuk membatasi jam operasional kendaraan bertonase berat, agar tidak mengganggu kepentingan lain yang ada di jalan umum.

“Saya minta mereka (sopir truk-red) mematuhi aturan. Perbup 47 ini kita keluarkan bukan untuk melarang, tetapi hanya membatasi jam operasional mereka saja,” Kata Zaki saat memimpin razia.

Diketahui, Jalan raya Malang Nengah-legok yang berbatasan langsung dengan Kabupeten Bogor, Jawa Barat merupakan jalan yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Oleh karena itu, Zaki mengatakan telah berkoordinasi dengan Pemprov Banten untuk mengkaji dan membuat peraturan serupa agar bisa menjadi solusi untuk jalan tersebut.

Kemudian Zaki juga mengaku pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada Pemda Bogor.

“Provinsi sedang mengkaji masalah, bukan pembatasan jam operasionalnya saja. Insyaallah dalam waktu dekat Peraturan Gubernur akan segera terbit, semoga sejalan dengan Perbup Tangerang,” katanya.

Untuk itu Zaki meminta kepada pengusaha Transporter untuk memahami Perbup tersebut dan juga para pengusaha diharapkan untuk memiliki sopir yang berkualitas dan taat dengan rambu lalu lintas.

Karena selama empat bulan terakhir, jelas Zaki, warga sekitar Jalan Legok tersebut sudah muak dengan kendaraan pengangkut material yang melintas tersebut.

“Saya berharap para pengusaha pun memiliki supir yang berkualitas yang paham akan rambu jalan dan mentaati peraturan yang ada, agar terhindar dari anarkisme massa. Kalau kita lihat tiga sampai 4 bulan terakhir masyarakat ini sudah muak sekali dengan angkutan material, jangan sampai terjadi amukan massa terhadap mereka,” pungkas Zaki. (Ari)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...