KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Penyelenggara pemilu serentak 2019 banyak yang mengalami jatuh sakit hingga meninggal dunia. Di Kecamatan Ciledug, Kota Tagerang, anggota KPPS, PPS hingga PPK saat Pemilu dimulai dan kini memasuki proses rekapitulasi di tingkat kecamatan dikabarkan banyak yang tumbang jatuh sakit.

“Ada anggota penyelenggara yang jatuh sakit, ada yang dirawat di rumah dan ada juga yang diopname,” kata Kori Abdullah Ketua PPK Kecamatan Ciledug, dihubungi penamerdeka.com, Senin (29/4/2019).

Bahkan kata dia, sekarang ini, Erwin Fadli anggota PPS dari Kelurahan Sudimara Barat dan Nurhadi anggota KPPS 41 Sudimara Jaya menjalani perawatan di ruang isolasi 314 RS Medika Lestari dalam satu ruangan.

“Mereka dirawat di satu ruangan, sebelumnya sempat dilarikan ke RS Bakti Asih, Karang Tengah, tapi lantaran ruangan penuh akhirnya dirujuk ke RS Medika Lestari,” ucap Kori.

Sejumlah personil penyelenggara pemilu di kecamatan Ciledug bukan hanya ada yang menjalani opname di rumah sakit saja. Sebelumnya Kori mengaku Ketua PPS di Kelurahan Sudimara Jaya yang sedang mengandung anak ke dua mengalami keguguran peranakan.

“Ibu Gabby Selvia Ketua PPS Sudimara Jaya keguguran karena kelelehan. Sekarang Bu Gabby sudah sehat membantu kami. Anggota PPS dari Kelurahan Paninggilan juga mengalami diare, tapi dia hanya mau dirawat di rumah saja,” ucapnya.

Dia melanjutkan, salah seorang petugas securiti di Kelurahan Paninggilan juga tangannya sempat terkilir saat membantu distribusi logistik pemilu. Dia sempat terjatuh lalu tangannya cidera.

“Pak Muhiyar Securiti terjatuh dari mobil saat mengangkut logistik. Tangannya terkilir, sempat diurut sekarang kondisi sudah mulai pulih,” ujarnya.

Sekarang ini di lokasi tempat rekapitulasi berlangsung memang anggota PPS setiap kelurahan di Kecamatan Ciledug dilibatkan membantu proses perhitungan suara peserta pemilu.

Saat proses rekapitulasi di GOR Kelurahan Sudimara Selatan, Ciledug, pihaknya sengaja memasang kipas blower supaya dalam ruangan tidak panas.

“Bisa jadi yang sedang menghitung dalam kondisi tidak fit masuk angin karena kipas. Tapi ruangan akan panas kalau tidak dipasang, apalagi kita membuka 4 panel perhitungan sehingga kondisi ruangan karena banyak orang jadi panas. Mudah-mudahan 3 hari ke depan proses rekap suara sudah rampung,” ucapnya.

Namun perihal biaya perobatan yang diopname di rumah sakit Kori menyebut belum mendapat informasi akan ditanggung pihak mana.  “Tapi mereka yang dirawat mempunyai kartu BPJS. Insya Allah bisa digunakan sampai mereka sembuh,” pungkasnya. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *