SURABAYA,PenaMerdeka – I Nengah Wartawan (40) mengaku khilaf atas perkataan yang menyebut Habib Rizieq Shihab bukan keturunan Rosulullah Muhammad SAW.
Permemintaan maaf kepada masyarakat khususnya di hadapan sejumlah pentolan FPI Surabaya, tokoh masyarakat setempat, awak media, hingga para personel kepolisian di Mapolrestabes Surabaya.
I Nengah dalam chatingan grup WhatsApp juga sempat menulis Habib Rizieq dengan umpatan binatang.
Bermula saat I Nengah mengomentari suatu obrolan di grup WhatsApp perumahan Royal Residence Surabaya beberapa waktu lalu.
Saat itu, obrolan di grup yang berisi warga perumahan sedang membahas tentang Habib Rizieq hingga pengerahan people power.
Kemudian dia membalas dengan menyebut “HRS bukan cucu Nabi dia CUCU NYA ANJING,” tulis I Nengah saat membalas grup WhatsApp.
I Nengah pun akhirnya meminta maaf dan mengaku jika pernyataannya bisa menyulut emosi masyarakat dengan surat pernyataan yang dibubuhi materai.
“Saya I Nengah wartawan telah melakukan ujaran kebencian dengan memberikan statemen atas komen di WhatsApp dengan mendiskriminasikan pimpinan FPI yang bernama Habib Rizieq Shihab bukan dari cucu Rasulullah sehingga menyulut emosi seluruh warga yang tinggal di Royal Regency dan pihak terkait warga ormas FPI dan warga Muslim lainnya,” kata I Nengah di Mapolrestabes Surabaya.
Dia pun berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Selain itu, I Nengah mengaku siap menerima konsekuensi hukum. (deden/dbs)








yg salah sudah sewajibnya meminta maaf.
Pertanyaan saya.
Apakah habib Rizik pernah meminta maaf atas perkataan dia terhadap orang lain?
Sementara kita semua mgkin tau,bahwa kesalahan habib Rizik atas perkataannya lebih parah dari pada yg dilakukannya orang2.jd knp saudara FPI ingin dihargai lebih tp tidak sedikitpun bisa menghargai orang lain.
Pantaskah..
DI DALAM AL QURAN TIDAK TERMUAT ATAU DIABADIKAN ISTILAH KETURUNAN MUHAMMAD
Nama Muhammad adalah nama beliau yang paling utama dan yang paling terkenal. Allah menyebut nama ini di dalam empat tempat di dalam Al Qur’an. Yaitu ada dua ayat yang dikutip dalam ayat-ayat berikut:
QSS. Ali Imran, 3:144:
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ
“Dan Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul yang sudah didahului oleh beberapa orang Rasul sebelumnya.”
SQS. Al Ahzab, 33:40:
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ
“Bukanlah Muhammad itu bapak bagi seseorang lelaki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para Nabi” *)
Selain dua ayat di atas, 2 ayat lagi yakni QS. 47:2 dan 48:29 serta ada kata Ahmad termuat di dalam QS. 61:6
Selama ini dikalangan umat Muslim bukan saja di Indonesia bahkan di dunia adalah ‘ada’-nya mereka yang mengaku-ngaku dinasti keturunan. Mereka ini dengan bangganya ada yang mengku sebagai KETURUNAN NABI, KETURUNAN AHLUL BAIT, dan KETURUNAN RASUL.
Yang penting diketahui oleh umat Muslim baik di Indonesia maupun di dunia bahwa ketiga istilah keturunan di atas tidak ada sama sekali disebut di dalam Al Quran. Sama halnya, tidak ada istilah KETURUNAN PRESIDEN, KETURUNAN GUBERNUR, KETURUNAN BUPATI atau KETURUNAN ULAMA bahkan KETURUNAN PROFESOR.
Karena, penyebutan istilah ‘keturunan’ di dalam Al Quran langsung disertai nama tokoh baik nabi maupun rasul seperti KETURUNAN ADAM, KETURUNAN IBRAHIM (QS. 19:58). Jika kita merujuk pada QS. 19:58 ini, maka TIDAK DITEMUKAN atau TIDAK DIABADIKAN DALAM AL QURAN sebutan istilah KETURUNAN MUHAMMAD sama halnya tidak ada istilahnya KETURUNAN NUH.
Lalu, kenapa ada orang atau kelompok masyarakat di dalam tubuh umat Muslim yang dengan yakinnya mereka adalah berasal dari KETURUNAN MUHAMMAD langsung? Benarkah pernyataan semacam ini dengan tegas menyatakan bahwa garis keturunannya sekarang ini lebih umum dikatakan sebagai keturunan langsung melalui Siti Fatimah, putri dari Nabi Muhammad.
Kalau istilah KETURUNAN MUHAMMAD saja sudah tidak diabadikan ya konon lagi istilah KETURUNAN FATIMAH seperti adanya istilah KETURUNAN MARYAM (QS. 19:34) sehingga nama anaknya diabadikan sebagai ISA IBNU MARYAM. Apakah ada istilah HASAN IBNU FATIMAH atau HUSEIN BIN FATIMAH di dalam Al Quran? Pastilah tidak ada.
Dengan uraian sederhana di atas dapatlah disimpulkan bahwa MEMANG ALLAH SWT TELAH MEMUTUS DINASTI KETURUNAN MUHAMMAD sebagaimana tidak diabadikannya istilah KETURUNAN NUH (QS. 19:58). Bedanya, kalau keturunan Nuh diputuskan Allah SWT karena anak-anak beliau ingkar dengan Allah SWT dan bapaknya sendiri, Nuh (QS. 11:42-46). Tetapi istilah KETURUNAN MUHAMMAD memang diputuskan Allah SWT karena anak lelaki beliau diwafatkan Allah SWT ketika mereka masih kecil-kecil.
Oleh karena itu, sejak sekarang berhentilah mereka yang masih ngaku-ngaku keturunan nabi, keturunan ahlul bait atau keturunan rasul bahkan ngaku KETURUNAN MUHAMMAD (QS. 19:58). Begitu pula umat Muslim baik di Indonesia maupun di dunia berhentilah ‘menganggap’ masih adanya KETURUNAN MUHAMMAD (QS. 19:58).
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
ليس مِن رجلٍ ادَّعى لغير أبيه وهو يَعلَمه إلاَّ كفر بالله، ومَن ادَّعى قوماً ليس له فيهم نسبٌ فليتبوَّأ مقعَدَه من النار ))، رواه البخاريُّ (3508)، ومسلم (112)، واللفظ للبخاري
“Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah. Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).
https://www.kominfo.go.id/content/detail/17657/hoaks-kerajaan-arab-saudi-menetapkan-habib-rizieq-sebagai-keturunan-ke-38-rasulullah/0/laporan_isu_hoaks
https://www.facebook.com/adearmandosesungguhnya/photos/a.1938901393053154/2298584517084838/?type=3&theater