Disparpora Kota Serang Gelar Pengembangan SDM Kepariwisataan

0 174

SERANG,PenaMerdeka – Sebanyak 78 pemilik homestay di Kota Serang mengikuti pembinaan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kepariwisataan yang digelar Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olah raga (Disparpora) Kota Serang yang berlangsung selama tiga hari di salah satu hotel di Kota Serang, Kamis-Sabtu (5-7/12/2019).

Kepala Seksi (Kasi) Destinasi Disparpora Kota Serang Bambang Karman mengatakan, dari 78 peserta tersebut terdiri dari pemilik homestay yang ada di kawasan kampung wisata yang dikelola oleh pokdarwis yang ada di Kota Serang. Dengan tujuan pengembangan dan menambah wawasan pemilik atau pengelola homestay.

“Pembinaan ini ditujukan untuk pemilik homestay agar mereka memiliki pemahaman dalam pengelolaan homestay. Karena bagaimana pun juga, kami harus memberikan pelatihan dan pengembangan terhadap pemilik homestay ini. Sehingga, pariwisata di Kota Serang dapat berkembang dan masyarakat pun sejahtera,” katanya, Kamis (5/12/2019).

Pelatihan ini juga diberikan kepada masyarakat dan para pelaku usaha pariwisata. Sehingga, Kota Serang dapat berkembang dengan potensi pariwisata yang ada. Salah satunya pengembangan homestay di kampung wisata. “Melalui kegiatan pelatihan manajemen homestay di kampung wisata, diharapkan pariwisata di Kota Serang dapat berkembang,” ucapnya.

Bambang juga mengatakan, anggaran yang digunakan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik. Namun, untuk angka pastinya ia belum bisa menyebutkan seberapa besar.

Sementara, Kepala Disparpora Kota Serang Akhmad Zubaidillah mengatakan, suatu daerah yang pariwisatanya maju, sudah pasti telah menanamkan Sapta Pesona. Selain itu, masyarakat, pelaku usaha serta pemerintah yang turut mendukung dalam kemajuan dan pengembangan potensi wisata.

“Maka, kami meninjau ilmu yang sudah diajarkan kepada masyarakat. Karena sebelumnya kan sudah kami berikan sejumlah pelatihan terkait homestay ini. Kemudian, sapta pesona yang baik juga penting. Seperti menciptakan keamanan, keindahan, kebersihan, ketertiban, ramah tamah itu harus ditanamkan,” ujarnya.

Sedangkan, untuk harga homestay, kata dia, bisa disesuaikan dengan kondisi serta keadaan dari homestay itu sendiri. “Kami tidak bisa menentukan berapa. Yang pasti harus sesuai dengn kondisi dan jangan membuat kapok pengunjung. Apalagi melebihi harga hotel, kemudian fasilitas juga harus diperhatikan,” katanya.

Akhmad menambahkan, saat ini yang mendominasi atau lokasi homestay paling banyak berada di Kecamatan Kasemen. Sebab, di sana merupakan tempat penziarahan yang sering dikunjungi oleh wisatawan dari luar daerah, bahkan mancanegara. Setiap tahunnya pun, ada jutaan wisatawan yang datang berkunjung ke sana. (Aden)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...