Dua Sekolah di Lebakgedong Lebak Hanyut Tergerus Banjir Maut

0 248

KABUPATEN LEBAK,PenaMerdeka – Musibah banjir juga menerjang Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Sejak hari pertama musibah terjadi, banyak orang hanya tertuju isu banjir ke Ibu Kota Jakarta, wilayah Tangerang Raya, Bekasi, Depok dan sekitarnya.

Padahal di Kecamatan Curug Bitung, Sajira, Cipanas, Lebak Gedong, Maja, dan Cimarga adalah wilayah yang juga terdampak banjir Bandang maut yang sangat parah.

Akses 18 jembatan penghubung antar wilayah terputus. Hingga hari Jumat (3/1/2020) tercatat ada 2.066 rumah warga tergerus banjir bandang yang terjadi Rabu (1/1/2020) bertepatan saat pergantian tahun.

Dalam catatan BPBD setempak, 18 Mushola dan Masjid mengalami rusak berat. 55 kendaraan roda dua ditemukan rusak serta ada 9 berbagai merek juga mengalami hal sama.

Sejumlah orang juga dikabarkan hilang akibat terjangan air bandang.

Bahkan dua sekolah rata dengan tanah tergerus banjir, yakni SD Negeri 2 Banjar Irigasi dan SMP Negeri 4 Lebakgedong, Kabupaten Lebak.

Menurut Ketua Badan Khusus Reaksi Cepat PGRI Kabupaten Lebak, Abdul Waseh, hingga kini akses menuju wilayah terdampak banjir belum bisa dilintasi kendaraan.

Untuk mengirimkan logistik ke lokasi terisolir hanya bisa menggunakan sepeda motor.

“Bantuan untuk korban banjir memang sudah ada tapi masih terbatas. Saat kami menemirm bantuan langsung dislaurkan ke korban banjir yang terisolir,” kata Abdul Waseh dietemui penamerdeka.com di Posko Bantuan Bencana Banjir PGRI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Cipanas, Sabtu (4/1/2020).

Saat ini kegiatan belajar di dua sekolah masih libur. Ke depannya, belum bisa dipikirkan untuk pengganti ruang belajar untuk ratusan siswa yang terpaksa masih menunggu pembangunan sekolah baru.

Saat ini, pihaknya masih memfokuskan evakuasi, bantuan makanan dan kebutuhan pokok para korban terdampak banjir. Kondisinya sampai diberitakan pada Sabtu (4/1/2020) sejumlah akses evakuasi masih sulit ditembus tim penolong.

Terkait dengan persoalan sarana dan prasarana sekolah kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris PGRI Kabupaten Lebak menyebut pemerintah Kabupaten Lebak dan Kemendikbud telah meninjau lokasi secara langsung.

“Informasinya, Kemendikbud besok (hari ini-red) mau pantau gedung sekolah yang hancur,” ujarnya. (riski)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...