SERANG,PenaMerdeka – Tradisi Seba Baduy 2026 kembali digelar sebagai momentum penting mempererat hubungan masyarakat adat Urang Kanekes dengan pemerintah, sekaligus menyampaikan amanat leluhur sarat makna.

Kegiatan tahunan masyarakat adat Baduy tersebut mulai digelar sejak tertanggal 24 hingga 26 April 2026 di Alun-alun Serang dan Gedung Negara Provinsi Banten.

Seba Baduy di Banten bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan wujud nyata kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Melalui perjalanan panjang yang ditempuh, masyarakat Baduy membawa pesan tentang pentingnya hidup selaras dengan lingkungan, menjaga kelestarian alam, serta memegang teguh nilai-nilai adat.

NGAJAGA AMANAT, NGARUMAT JAGAT

Dengan mengusung tema ‘Ngajaga Amanat, Ngarumat Jagat’, Seba Baduy mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama merawat bumi sebagai warisan yang harus dijaga keberlanjutannya.

Nilai-nilai yang disampaikan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan hidup yang terus didorong oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Gubernur Banten, Andra Soni menerima langsung amanat pelestarian alam dari 1.552 masyarakat adat Baduy dalam prosesi Seba Baduy 2026 yang berlangsung di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu (25/4/2026) malam.

Amanat disampaikan melalui Jaro Pamarentah atau kepala desa yang ditugaskan untuk berurusan dengan pemerintah resmi.

“Tadi disampaikan tentang permasalahan lingkungan di wilayah Kanekes. Amanah yang mereka pegang turun-temurun adalah ‘gunung ulah dilebur, lebak ulah dirusak’ (gunung jangan dihancurkan, lembah jangan dirusak),” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

KOMITMEN GUBERNUR BANTEN JAGA PELESTARIAN LINTAS WILAYAH

Andra menegaskan, Pemprov Banten pun bakal terus membangun komunikasi dengan masyarakat adat Baduy, tidak hanya melalui momentum Seba, tetapi juga melalui koordinasi berkelanjutan. 

Gubernur Andea Soni juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Seba yang menjadi kegiatan tahunan dan tradisi wajib bagi warga adat Baduy. 

“Komunikasi terus kita bangun. Melalui Jaro Pamarentah, mereka selalu menyampaikan hal-hal yang perlu dilaporkan. Kami berterima kasih kepada masyarakat adat Kanekes yang setia kepada pemerintah dan terus memberikan masukan, salah satunya dalam menjaga alam,” paparnya.

Pemprov Banten juga bakal menindaklanjuti aspirasi masyarakat Baduy, termasuk rencana ritual pelestarian alam di kawasan Sangyang Sirah dan Gunung Honje.

Kemudian, selain itu juga bakal berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. 

“Melalui Dinas Lingkungan Hidup, kita akan berkoordinasi dengan Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang terkait apa yang disampaikan,” tegas Gubernur Andra Soni.

“Termasuk harapan mereka untuk melaksanakan ritual di Sanghyang Sirah dan Gunung Honje melalui kegiatan Ngaraksa Gunung Ngarawat Alam,” tambahnya.

Kedatangan masyarakat Baduy menghadap Gubernur sebagai Bapak Gede bertujuan menyampaikan amanat untuk menjaga keselarasan antara manusia dan alam di berbagai wilayah.

Wilayah yang menjadi kewajiban untuk dilestarikan meliputi Sanghyang Sirah, Ujung Kulon, Gunung Honje, Panaiban, Ujung Genteng, Tanjung Lesung, Muara Tilu, Karang Bokor, Lawang Seketeng, Gunung jaga berkat, Gunung Karang, Gunung Badag (Gunung Gede Jawa Barat), Gunung Sanggabuana Jawa Barat, sampai Gunung Liman di Jawa Timur.

Bukan tanpa sebab, kegiatan Seba Baduy tersebut pun sebagai bentuk komitmen menjaga keseimbangan lingkungan, hingga keselarasan antara manusia dan alam terkhusus di Tanah Jawara akan tetap lestasri.

Penulis: HisyamEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *