AP II Gelar Ramp Safety Campaign Serentak di 19 Bandara

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – PT Angkasa Pura II kembali menggelar Ramp Safety Campaign serentak di 19 Bandara di bawah naungannya. Salah satunya di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Kota Tangerang di gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), Rabu (22/1/2020).

Dalam kegiatan tersebut sekaligus juga dilaksanakan Terminal Safety Campaign dan sosialisasi Bulan K3 Nasional.

M. Awaluddin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dan mengingatkan kembali pemahaman atas aspek-aspek keselamatan kebandarudaraan.

“Sinergi antar stakeholder harus terus dilakukan perihal aspek safety karena kalau kita tidak bersinergi antar stakeholder tidak akan berjalan, selain itu harus juga terus mengembangkan pemahaman tentang aspek safety karena sangat penting di dalam pengelolaan Bandara,” ujar Awaluddin.

Untuk itu, kata Awaludin, kegiatan kali ini, dilakukan dengan dua arah dimana adanya talkshow dengan para stakeholder Bandara Soekarno-Hatta bukan hanya sekedar Apel bersama.

“Jadi yang biasanya sifat satu arah sekarang dua arah sehingga dari seluruh stakeholder bisa memberikan masukan bagaimana safety level kebandarudaraan ini meningkat lebih baik,” jelasnya.

Diketahui, di Bandara Soetta saja akan melakukan peningkatan level safety di beberapa area yang memiliki potensi resiko yang cukup tinggi. Dimana, hal tersebut dilakukan dengan menggunakan teknologi dan sistem yang baik.

“Yang pertama adalah operasi di ramp area yang cukup punya potensi resiko tinggi dengan pergerakan take off dan landing 1.200 artinya itu membawa juga pergerakan dari aspek lainnya seperti ground support equipmentnya kemudian ground handlingnya,” tuturnya.

Tak hanya itu, di seluruh Terminal kedatangan dan keberangkatan pun saat ini menjadi salah satu fokus dimana bukan hanya penggunaan teknologi namun juga pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

“Dengan luasan yang luar biasa, contoh Terminal 3 saja 400 ribu persegi jadi luasan yang segitu titik pengawasannnya harus banyak dengan menggunakan teknologi dan sebagainya, jadi kembali lagi pada akhirnya SDMnya juga harus punya pemahaman dan safety levelnya juga ditingkatkan,” tukasnya. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments