Pemkab Bekasi HUT RI Ke 75

HUT, PDI Perjuangan Kota Tangerang Gelar Tabligh Akbar

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang merayakan HUT ke-47 bertajuk Tabligh Akbar “Doa untuk Negeri” di Gedung Olah Raga (GOR) A. Damyati, Kota Tangerang, pada Jumat, (17/1/2020) lalu.

Perayaan HUT PDIP itu dikemas dengan acara keagamaan. Adapun kegiatan dihadiri Ketua Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning dan anggota DPR RI Ananta Wahana beserta politisi PDI Perjuangan lainnya.

Kegiatan tausiyah yang diisi oleh Miftah Maulana Habiburrahman atau yang kerap disapa Gus Miftah ini juga dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang KH Edy Junaedi Nawawi, serta mengundang para yatim dan dhuafa di Kota Tangerang.

Dalam tausiyahnya, Gus Miftah mengatakan Indonesia membutuhkan satu ideologi untuk dapat menjaga keutuhan NKRI. Namun terkadang, kata dia, rakyat Indonesia seringkali salah kaprah. Padahal tujuannya sangat baik untuk menyatukan Indonesia.

“Kalau ada yang tidak setuju, dengan gamblang saya tegas bilang ‘tinggalkan Indonesia,” ucapnya.

Ia menuturkan, PDIP merupakan satu partai yang kerap menyikapi pemerintah dengan kritis. “Boleh pemerintah dikritik, tapi dengan cara yang baik,” ujarnya.

Tabligh Akbar dalam rangka hari jadi PDIP yang ke 47 ini membuktikan bahwa partai ini memiliki hubungan baik dengan para kyai.

“PDI paham, tapi domain agama kerjasama dengan para kiyai,” katanya.

Sementara Ketua DPC PDIP Kota Tangerang, Gatot Wibowo mengatakan, kegiatan kali ini diinisiasi oleh sayap-sayap partai. Acara ini menurutnya berbeda dari perhelatan HUT PDI Perjuangan dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kita melakukan kegiatan tabligh akbar ini berbeda, dipelopori sayap partai baitul muslimin. Agar kita bisa membuat suasana keagamaan, sekaligus acara ini menegaskan antara kelompok Islam dan kelompok nasionalis itu sejalan beriringan, baik dalam proses kemerdekaan Indonesia dan mempertahankan serta menjaga kemerdekaan Indonesia,” terangnya.

Sebab, menurut pria yang akrab disapa Bowo ini, sejarah bangsa kalau dilihat ke belakang tidak bisa dipisahkan antara kelompok agama dan kelompok nasionalis, yang kala itu diwakili oleh Marhaen hari ini menjadi PDI Perjuangan.

“Dan mudah-mudahan kebersamaan ini kita bisa jaga terus, untuk persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...