MTQ Banten Ditunda, Kafilah: Gak Masalah Gubernur Menunda, Fokus Tangani Corona

TUAN RUMAH MTQ BANTEN DI TANGSEL

0

BANTEN,PenaMerdeka – Penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Banten XVII Tahun 2020 yang rencananya bakal dilangsungkan di Kota Tangsel dikabarkan ditunda hingga menunggu pemberitaan selanjutnya.

Dari jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya, sedianya akan berlangsung tanggal 23 hingga 27 Maret 2020.

Kabar ditundanya MTQ menyusul adanya kebijakan social distancing dan kejadian luar biasa (KLB) dari pemerintah provinsi (Pemprov) Banten mengantisipasi merebaknya virus corona.

Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten Syibli Sarjaya membenarkan perihal penundaan MTQ XVII karena Gubernur Banten Wahidin Halim menyebut salah satu penanganan wabah virus corona.

Sejumlah kafilah peserta MTQ dari kota dan kabupaten di Banten mengaku tak keberatan karena persoalan kesehatan menjadi penting ketimbang tetap digelar namun warga berpotensi tertular Copid-19.

“Dari pada kena dampak virus, saya setuju gubernur menunda MTQ. Fokus sengaja menjaga kesehatan peserta dan orang lain, itu penting. Kita harus bersabar sampai virus corona selesai, daripada masyarakat Banten lebih banyak terjangkit,” kata M Syahrul Meroji (22) Kafilah Cabang Tilawah Remaja asal Kabupaten Pandeglang dihubungi, Kamis (19/3/2020).

Kabar penundaan MTQ kata dia disampaikan oleh LPTQ Kabupaten Pandeglang. Meski sudah mempersiapkan diri di ajang MTQ secara maksimal tetapi adanya pembatalan disebut mengantongi hikmah.

“Padahal sudah siap 100 persen tetapi ditunda. Dan kapan pun nanti pelaksanaannya saya siap terus mengikuti ajang inj,” ungkap lajang yang saat MTQ 2019 cabang Tilawah di Kota Tangerang mampu menyabet juara satu.

Sementara Kafilah Kabupaten Serang Cabang Qiraat Ayatulloh (39) mengaku adanya penundaan perhelatan MTQ tingkat Provinsi Banten tidak menjadi masalah.

Pria asal Desa Margatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang menyebut perhelatan bisa ditunda tetapi ajang para santri ini diharapkan tidak dibatalkan.

“Kalau kami peserta ikut aturan dari pemerintah saja, yang terpenting jangan dibatalkan. Kalo ditunda kan kita masih bisa mempertajam lagi kemampuan materi yang akan dilombakan,” ujar Ayatulloh.

Meski sudah dapat kabar penundaan MTQ, dia terus mengikuti pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Serang semenjak akhir Januari 2020.

“Kita terus mengikuti pembinaan dari pemerintah Kabupaten Serang. Mulai di karantina hingga pembinaan lewat jarak jauh seperti video call,” terang penyandang juara nasional cabang Tahfid 30 Juz ini.

Sementara Manarul Huda (13) peserta MTQ Banten Cabang Tilawah Anak asal Kabupaten Tangerang mengklaim adanya penundaan menjadi hikmah.

Pasalnya dia akan lebih konsen dan punya waktu banyak mempersiapkan diri sebelum MTQ nanti berlangsung.

“Saya mah sama sekali tidak masalah. Karena virus corona berbahaya buat masyarakat,” ucap Manarul.

Juara tingkat Nasional asli Tigaraksa, Kabupaten Tangerang ini menyebut meskipun perhelatan ditunda, peserta lain juga bisa memanfaatkan jeda waktu berbenah mempersiapkan diri sebelum pelaksanaan nanti digelar.

LPTQ Kabupaten Tangerang sebelum mengirimkan kafilah ke ajang MTQ tingkat Provinsi Banten XVII diakuinya sudah memasuki tahap final.

“Pasti ada hikmahnya, kita doakan agar virus corona bisa diselesaikan secepatnya. Dan pasti penundaan juga karena ada alasan yang lebih penting,” tukas Manarul. (red/den)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...