HUT RI 76

Erick Tohir Ungkap Hal Ini, KPK Klaim Komit Berantas Mafia Alkes

MAFIA MANFAATKAN MOMEN WABAH CORONA

JAKARTA,PenaMerdeka – Erick Tohir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan ada oknum mafia obat-obatan dan alat kesehatan (alkes) saat situasi Corona merebak.

Sebelumnya Erick Thohir mengatakan, hingga sekarang mayoritas bahan baku untuk obat-obatan dan alat kesehatan (Alkes) yang beredar di Indonesia masih impor.

“Mohon maaf kalau saya bicara ini, sangat menyedihkan kalau negara sebesar Indonesia ini, 90 persen bahan baku dari luar negeri untuk industri obat. Sama juga alat kesehatan, mayoritas dari luar negeri,” ujar Erick usai meninjau RS Pertamina Jaya, Kamis (16/4/2020) lalu.

Menurut Erick, mewabahnya virus corona di Indonesia harus dijadikan cambukan untuk mengubah pola industri. Nantinya kata mantan pemilik klub Inter Milan ini Indonesia tak lagi tergantung dengan negara lain.

“Saya mohon maaf kalau menyinggung beberapa pihak. Janganlah negara kita yang besar ini selalu terjebak praktik-praktik yang kotor, sehingga alat kesehatan mesti impor, bahan baku mesti impor,” ucapnya.

Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku bakal menindak yang menyelewengkan dana anggaran terkait penanganan wabah virus corona covid-19, termasuk mafia alat-alat kesehatan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menindaklanjuti dugaannya soal mafia alat kesehatan. Erick diminta melaporkan ke lembaga antirasuah tersebut.

Setiap informasi terkait hal tersebut dapat langsung disampaikan kepada Pengaduan KPK.

“Dan KPK tentu akan telaah dan dalami setiap informasi yang diterima. Terlebih untuk situasi saat ini,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Sabtu, (17/4/2020).

KPK, kata Ali, berkomitmen mengawal pelaksanaan anggaran dan pengadaan barang dalam penanganan Covid-19. KPK juga berjanji akan menindak pihak yang bermain dalam pengadaan barang dan jasa alat kesehatan.

Ali meminta kepada Menteri BUMN Erick Thohir agar menyampaikan informasi tersebut kepada bagian pengaduan KPK. (red)

Disarankan
Click To Comments