Tes Swab Massal Bakal Digelar di 12 Pasar Tradisional di Kota Bekasi

KOTA BEKASI,PenaMerdeka – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal menggelar tes swab massal di 12 pasar tradisional di Kota Bekasi, Minggu (10/5/2020).

Tes swab massal sebelumnya dilakukan di Stasiun Bekasi dan enam titik check point yang merupakan perbatasan Kota Bekasi dengan daerah DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi hingga Kabupaten Bogor.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, tes swab massal ini dilakukan secara serentak di 12 titik dengan kuota sampel 50 orang di tiap pasar.

Hal ini disampaikan Wali Kota Bekasi saat meninjau langsung pelaksanaan tes swab massal di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bekasi Timur.

“50 alat kit PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk dites ke warga secara acak, makanya tadi pas kios atau lapak di atas saya turunin ke bawah karena harus datang ambil orang per orang di sampling sehingga nanti keliatan acaknya itu bagaimana,” kata Rahmat.

“Abis ini saya mau ke Bantar Gebang, hari ini saya lakukan di 12 pasar yang ada di 12 kecamatan, jadi setiap pasar yang ada di kecamatan Kota Bekasi kita periksa,” tambahnya.

Dia menjelaskan, tes swab massal ini dilakukan petugas dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Masing-masing 50 sampel kita ambil, jadi kalau Bekasi Timur, Bekasi Utara, Medan Satria itu petugasnya dari RSUD dan sisanya adalah oleh Dinkes,” jelasnya.

Rahmat menargetkan, hasil tes swab massal ini dapat rampung uji laboratoriumnya pada sore hari ini. “Sore hasilnya sudah bisa dilihat, tapi maksimal besok,” tegas dia.

Adapun tes swab massal yang dilakukan di 12 titik pasar tradisional yang ada di 12 kecamatan di Kota Bekasi ini dilakukan guna memperjelas pemetaan penyebaran virus corona di wilayah setempat.

“Untuk mengatahui pemetaan penyebaran covid-19, karena sudah ada 48 kelurahan yang sudah merah dan 8 kelurahan yang masih zona hijau,” ujarnya.

Setelah hasil tes swab ini diketahui, harapannya Pemkot Bekasi dapat secara dini melakukan antisipasi penyebaran virus corona dan menekan angka penyebaran kasus baru.

“Kalau untuk wikayah yang tinggi kasus penyebarannya ya kita akan lakukan lebih maksimal lagi supaya menekan penyebaran. Nah kalau yang masih zona hijau kita bisa proteksi supaya gak ada penyebaran. Mudah-mudahan hasilnya semua negatif,” pungkasnya. (ewwy)

Disarankan
Click To Comments